Saturday, September 12, 2026
HomeMiliterKerja Sama Drone Kamikaze LUCAS Thailand-AS: Produksi Lokal dan Alih Teknologi

Kerja Sama Drone Kamikaze LUCAS Thailand-AS: Produksi Lokal dan Alih Teknologi

Thailand Menjajaki Kerja Sama Drone Kamikaze LUCAS dengan AS

Thailand Melirik Teknologi Drone One-Way Attack AS

Kementerian Pertahanan Thailand sedang mengembangkan rencana modernisasi alutsista dan penguatan industri pertahanan dalam negeri dengan melirik teknologi drone one-way attack buatan Amerika Serikat. Dalam kunjungan resmi delegasi militer Thailand ke Quantico, AS, pada 2 hingga 9 Agustus 2026, Thailand secara khusus meninjau program drone LUCAS (Low-Cost Unmanned Combat Attack System) guna mengeksplorasi potensi produksi lokal dan kerja sama manufaktur UAV.

Langkah Modernisasi Alutsista Thailand

Thailand telah memulai riset dan pengembangan drone kamikaze mandiri berbasis desain delta-wing yang terinspirasi oleh Shahed-136 melalui Defense Technology Institute (DTI). Namun, keterbatasan pada aspek sistem navigasi, ketahanan terhadap perang elektronik (anti-jamming), serta integrasi jaringan tempur menjadi alasan utama mengapa Thailand melihat kerja sama teknologi dengan Amerika Serikat sebagai langkah penting.

LUCAS sendiri adalah drone serang sekali pakai berbiaya murah yang dirancang AS untuk menjalankan misi serangan presisi jarak jauh. Drone ini telah teruji secara operasional dalam aksi tempur AS di Iran pada awal 2026.

Kepentingan dan Strategi Thailand

Drone kamikaze akan mengisi celah kemampuan tempur Thailand antara artileri darat dan rudal jelajah jarak jauh dengan biaya operasional rendah di wilayah perbatasan darat dan perairan luas. Dengan drone ini, Thailand dapat melakukan identifikasi sasaran hingga penindakan secara cepat dan presisi.

Tingkat Alih Teknologi yang Diperlukan

Tingkat alih teknologi yang disepakati antara Thailand dan AS akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Thailand tidak hanya menargetkan perakitan akhir, tetapi juga akses pada teknologi avionik, perangkat navigasi anti-jamming, datalink, dan perangkat lunak perencanaan misi. Hal ini penting untuk memastikan drone dapat bertahan dari gangguan perang elektronik.

Secara geopolitik, langkah Thailand ini sejalan dengan strategi Pentagon untuk menyebar kapasitas produksi drone murah di wilayah Indo-Pasifik, yang akan memperkuat rantai pasok dan daya gentar kawasan.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER