Dassault vs Airbus: Perseteruan Panas di Balik Proyek Eurodrone
Dinamika industri pertahanan Eropa kembali terguncang oleh pertikaian antara dua raksasa dirgantara utamanya. CEO Dassault Aviation, Eric Trappier, membuat pengakuan terbuka mengenai ketegangan baru dengan Airbus terkait proyek Eurodrone, pesawat tanpa awak multinasional.
Ketegangan Antara Dassault dan Airbus
Perselisihan antara kedua perusahaan ini bukanlah yang pertama kalinya setelah sebelumnya proyek jet tempur Eropa juga mengalami insiden serupa. Trappier mencatat bahwa Airbus, kontraktor utama, berupaya mengeluarkan Dassault dari program Eurodrone tanpa alasan yang jelas. Hal ini memicu keretakan serius dalam kerja sama keduanya.
Project Eurodrone sendiri merupakan proyek pengembangan UAV Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) yang melibatkan Perancis, Jerman, Italia, dan Spanyol. Konflik terbaru ini muncul akibat perselisihan terkait porsi kerja bagi Dassault, yang semakin rumit setelah Perancis memutuskan untuk menunda pembelian drone tersebut.
Pola Dejavu dari Konflik Sebelumnya
Konflik dalam proyek Eurodrone tampak seperti mengulang kisah perseteruan terdahulu dalam program Future Combat Air System (FCAS) atau Système de Combat Aérien du Futur (SCAF). Perebutan dominasi teknologi dan ego antara Dassault dan Airbus selama ini telah menjadi penghambat integrasi pertahanan Eropa.
Dalam proyek FCAS misalnya, Dassault bersikeras menguasai arsitektur utama jet tempur Next-Generation Fighter (NGF) sementara Airbus menuntut peran yang setara. Ketidaksepakatan ini bahkan memaksa Dassault untuk bersiap dengan ‘Rencana B’ yang mencari mitra di luar Eropa demi kelangsungan jet tempur masa depan Perancis.
Konflik internal ini tidak hanya membayangi Eurodrone, namun juga menimbulkan ketidakpastian terhadap ambisi Eropa dalam mencapai kemandirian di sektor pertahanan udara.
Manuver Taktis Airbus di Tengah Konflik
Pada saat hubungan dengan Dassault semakin memanas di Eropa, Airbus justru mencari peluang untuk memasarkan Eurodrone secara global. Kolaborasi dengan Kawasaki Heavy Industries (KHI) untuk mengembangkan varian Eurodrone anti-kapal selam U950 adalah contoh konkret dari strategi Airbus untuk mengamankan pasar di Asia Timur.
Sementara kerja sama di Eropa terancam, Airbus terus memperluas jangkauan operasional Eurodrone ke pasar ekspor, terutama di kawasan Indo-Pasifik. Kontradiksi antara perseteruan internal dan ekspansi pasar menjadi tantangan tersendiri bagi kedua raksasa dirgantara Eropa ini.


