US Navy Resmi Pensiunkan Pesawat C-2A Greyhound Setelah 60 Tahun Mengabdi
Usai enam dekade pengabdiannya dalam misi Carrier Onboard Delivery (COD), Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) akhirnya resmi mengakhiri pengoperasian pesawat angkut logistik legendaris C-2A Greyhound. Peristiwa penutup ini ditandai dengan pendaratan terakhir dua unit C-2A Greyhound dari Skuadron VRC-40 “Rawhides” di atas kapal induk USS Nimitz (CVN-68) pada 25 Juni 2026.
Pesawat Logistik Bersayap Tetap Berakhirnya Era
Setelah hampir 70 tahun beroperasi sebagai pesawat logistik bersayap tetap yang terintegrasi pada ketapel kapal induk AS sejak era 1950-an, Skuadron VRC-40 dijadwalkan akan dinonaktifkan pada 23 Juli 2026. Sebuah tonggak sejarah baru yang menjadi akhir era perjalanan panjang C-2A Greyhound dalam mendukung misi logistik Angkatan Laut Amerika Serikat.
Awal Mula dan Spesifikasi Pesawat C-2A Greyhound
Pesawat C-2A Greyhound dikembangkan untuk menggantikan pendahulunya, C-1 Trader, pada awal tahun 1960-an. Ditenagai oleh mesin turboprop Allison T56-A-425, pesawat ini memiliki kemampuan membawa beban kargo hingga 4.536 kg atau menampung 26 penumpang. Dengan kecepatan jelajah sekitar 465 km/jam dan jarak jangkau hingga 2.400 km, C-2A Greyhound menjadi tulang punggung dalam menjalankan misi pengiriman logistik.

Transisi ke Pesawat CMV-22B Osprey
Seiring dengan pensiunnya C-2A Greyhound, US Navy telah mempersiapkan penggantinya, yakni pesawat rotor miring (tiltrotor) CMV-22B Osprey buatan Bell Boeing. Dengan fleksibilitas operasional yang lebih luas, CMV-22B Osprey akan mengambil alih peran vital dalam angkutan logistik dari dan ke kapal induk AS. Meskipun C-2A Greyhound memiliki keunggulan tertentu, CMV-22B Osprey dipilih karena kemampuannya lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL).
Dengan demikian, era baru dalam sejarah angkutan logistik pada kapal induk AS pun dimulai dengan kehadiran CMV-22B Osprey yang siap mendukung misi-misi keamanan negara dengan lebih efisien dan efektif.


