Wakil Gubernur Jawa Barat Tekankan Peran Strategis Mojang Jajaka
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan pentingnya peran Mojang Jajaka (Moka) Jawa Barat sebagai garda terdepan dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah di era digital. Pernyataan tersebut disampaikan Erwan saat menghadiri Grand Final Pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 di Universitas Kristen Maranatha, Kota Bandung.
Transformasi Duta Wisata di Era Digital
Erwan menekankan bahwa sektor pariwisata saat ini menuntut para duta wisata untuk bertransformasi menjadi komunikator strategis yang dapat menjangkau generasi Z dengan cara-cara yang relevan tanpa melupakan akar budaya Sunda. Dia juga menyoroti penggunaan wastra atau kain tradisional oleh peserta dari 27 kabupaten/kota sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dipromosikan.
“Tantangan pariwisata hari ini menuntut duta pariwisata menjadi komunikator strategis di era digital. Moka terpilih harus mampu mengemas potensi wisata Jawa Barat dengan pendekatan yang relevan bagi generasi Z, namun tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya Sunda,” ujar Erwan.
Harapan Dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, menegaskan bahwa para pemenang Pemilihan Mojang Jajaka dituntut untuk memahami potensi daerahnya secara mendalam. Moka diharapkan dapat membuktikan kemampuannya melalui tindakan nyata yang berdampak positif pada promosi pariwisata daerah.
“Mereka adalah duta pariwisata yang akan menjadi media promosi utama bagi Jawa Barat. Oleh karena itu, setiap Moka harus menguasai profil destinasi unggulan di daerahnya masing-masing,” kata Iendra.
Pada ajang tersebut, gelar Mojang Pinilih Jawa Barat 2026 diraih oleh Tresna Winesa Eriska dari Kabupaten Majalengka, sementara gelar Jajaka Pinilih Jawa Barat 2026 diberikan kepada Alden Hugo Daffa Sampurno dari Kota Cimahi.


