Angkatan Udara India (IAF) telah mencapai kesepakatan logistik yang penting dengan Angkatan Udara Kerajaan Oman (RAFO) untuk membeli sekitar 20 unit jet tempur serang darat SEPECAT Jaguar. Pembelian ini secara khusus dilakukan untuk tujuan kanibalisasi, yaitu menggunakan komponen pesawat tersebut sebagai suku cadang bagi armada Jaguar IAF yang sudah tua.
Kesepakatan ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi India dalam mengelola armada pesawat tempur yang berasal dari era Perang Dingin agar tetap beroperasi di tengah keterbatasan suku cadang dari produsen asli (Inggris dan Perancis). Saat ini, Angkatan Udara Kerajaan Oman (RAFO) telah pensiunkan armada Jaguar dan beralih ke jet tempur Eurofighter Typhoon dan F-16 Fighting Falcon.
Oman mulai mengoperasikan jet tempur Jaguar sejak tahun 1977 sebagai bagian dari upaya modernisasi angkatan udaranya, dan total dari berbagai varian yang dioperasikan RAFO adalah sekitar 24 unit. Dengan penjualan 20 unit ini, hampir seluruh sisa armada Jaguar Oman dipindahkan ke India.
India melihat jet tempur yang telah dinonaktifkan ini sebagai sumber suku cadang kritis, mulai dari mesin, avionik, hingga airframe. IAF menjadi operator Jaguar terbesar dan terakhir di dunia, mulai mengoperasikan Jaguar sejak tahun 1979. Saat ini, IAF memiliki sekitar 100 hingga 120 unit Jaguar yang menjadi tulang punggung serangan darat mereka.
Upaya modifikasi besar telah dilakukan oleh IAF untuk memperpanjang usia pakai Jaguar hingga 2030-an, termasuk pemasangan teknologi baru dan pembaruan mesin. Pembelian suku cadang dari Oman diyakini akan memberikan cadangan airframe yang cukup untuk mengurangi ketergantungan India pada rantai pasokan global yang semakin sulit. India terus berupaya menjaga keandalan armada pesawat tempurnya dan meningkatkan kemampuan tempur mereka melalui strategi ini.


