Saturday, September 12, 2026
HomeLainnyaPaseban Foundation Kembangkan Peran sebagai Pusat Pertukaran Pengetahuan

Paseban Foundation Kembangkan Peran sebagai Pusat Pertukaran Pengetahuan

Dalam dua tahun terakhir, Paseban Foundation terus memperluas jangkauan peranannya sebagai jembatan kolaborasi lintas sektor guna mendorong upaya konservasi yang berkelanjutan. Upaya ini semakin dipertegas melalui gelaran Annual Dinner 2026 yang bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional, menjadi momentum penting untuk konsolidasi berbagai pemangku kepentingan dari kementerian, lembaga internasional, organisasi masyarakat, dunia bisnis, hingga generasi muda dan tokoh budaya.

Paseban Foundation menghadirkan semangat kerja sama melalui tema “Partnership in Cultivating and Stewarding the Biosphere Reserve”, membuktikan bahwa pelestarian Bentang Alam Megamendung sebagai bagian integral dari Cagar Biosfer Cibodas hanya bisa diwujudkan melalui sinergi antarsektor.

Andy Utama, selaku pendiri sekaligus pembina Paseban Foundation, menegaskan komitmen lembaganya dalam membangun ekosistem regeneratif untuk memastikan kegiatan konservasi tidak terhenti di satu generasi. Ia menyatakan bahwa keberhasilan konservasi tidak pernah cukup dilakukan oleh satu individu atau dalam satu kurun waktu, melainkan perlu dilanjutkan oleh generasi penerus.

Regenerasi SDM konservasi menjadi fokus utama bagi Paseban, sehingga keterlibatan kaum muda dan pelaku lintas disiplin menjadi prioritas dalam setiap kegiatan. Lembaga ini, menurut Andy, diciptakan untuk mendorong terciptanya ruang dialog dan kerja sama di antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga komunitas lokal dan pelaku konservasi muda.

Berbeda dari organisasi yang memusatkan seluruh kontrol, Paseban Foundation memilih posisi sebagai katalisator. Lembaga ini tidak mendaku diri sebagai pusat konservasi, namun justru sebagai penghubung antaraktor, sehingga kolaborasi dapat mengoptimalkan beragam sumber daya dan keahlian yang dimiliki para pemangku kepentingan.

Kontribusi konkret Paseban Foundation salah satunya terwujud melalui praktik konservasi di lapangan, termasuk perlindungan habitat, pemulihan ekosistem, serta penanaman lebih dari dua puluh ribu pohon asli setempat. Di samping konservasi di habitat asli, Paseban juga menjalankan upaya ex-situ melalui penangkaran beragam satwa seperti burung dan mamalia, bahkan berhasil menambah populasi rusa.

Monitoring keanekaragaman hayati dijalankan dengan survei, pengamatan langsung, serta pemasangan kamera jebak untuk memetakan satwa dan tumbuhan endemik kawasan. Berdasarkan hasil observasi, Direktur Eksekutif Paseban Foundation, Wahdi Azmi, mengungkapkan bahwa area Megamendung dihuni oleh lima spesies primata khas Jawa yang keberadaannya semakin langka.

Megamendung juga jadi habitat penting bagi spesies langka seperti Elang Jawa dan Macan Tutul Jawa. Meskipun Pulau Jawa sangat padat penduduk, namun upaya konservasi di Megamendung berhasil mempertahankan keberadaan kelima primata yang sangat berarti bagi keseimbangan ekosistem.

Lebih dari sekadar perlindungan spesies dan ekosistem, Paseban Foundation terus mengolah data lapangan menjadi pengetahuan yang bermanfaat luas. Rangkaian data, wawasan, serta pengalaman di lapangan dituangkan ke dalam media ilmu pengetahuan yang dapat diakses untuk pengembangan penelitian, advokasi, pendidikan, sampai pembuatan kebijakan.

Paseban Foundation juga mendorong literasi konservasi melalui peluncuran buku ilmiah seperti “Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban” serta “Kepemimpinan Bentang Alam”, dan dokumentasi visual lewat film dokumenter. Seluruh aktivitas—mulai dari penelitian, survei biodiversitas, hingga produksi film—ditempatkan dalam satu ekosistem pengelolaan pengetahuan untuk mendongkrak kesadaran publik dan mendorong kemitraan.

Pengetahuan yang berhasil dihimpun tidak dibiarkan menjadi koleksi internal semata. Paseban Foundation merancang tiap temuan menjadi publikasi yang bertujuan menciptakan dampak lebih luas, mengajak publik bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan menginisiasi aksi bersama.

Menurut Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, kerja konsisten Paseban Foundation menempatkan data lapangan sebagai bagian penting dalam percakapan publik. Ia meyakini, potensi Paseban sebagai penghubung inisiatif-inisiatif besar di bidang konservasi sangatlah besar.

Dukungan serupa disampaikan Indra Exploitasia dari Kementerian Kehutanan, yang memberi penekanan pada pentingnya kolaborasi dan peran generasi muda dalam meneruskan tongkat estafet pelestarian hutan dan ekosistem. Ia menyebut bahwa pergantian generasi merupakan aspek penting agar kerja konservasi terus berlanjut.

Hal senada diutarakan oleh Wiratno, Penasihat Paseban Foundation. Ia mengingatkan bahwa batas-batas administratif tidak berlaku bagi ekosistem alam, di mana air, hutan, satwa, dan manusia saling terhubung dalam satu sistem besar. Menurutnya, kepemimpinan dalam pengelolaan bentang alam menuntut kemampuan mengolaborasikan berbagai elemen berbeda demi kelestarian ekosistem.

Dengan landasan kolaborasi, pengelolaan pengetahuan, serta regenerasi, Paseban Foundation berupaya memastikan konservasi Bentang Alam Megamendung berjalan berkesinambungan. Harapannya, upaya ini menjadi fondasi bagi kerja kolaboratif lintas generasi yang adaptif serta mampu menjawab tantangan pelestarian lingkungan masa kini dan mendatang.

Sumber: 21.831 Pohon Ditanam Di Megamendung, Paseban Foundation Siapkan Konservasi Hingga Generasi Berikutnya
Sumber: 21.831 Pohon Ditanam, Upaya Menjaga Biodiversitas Megamendung Terus Berlanjut

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER