Dampak Inovasi Drone Kamikaze Rusia untuk Pertahanan Udara Barat
Setiap kompleks pertahanan udara Barat kini harus merangkak saat melawan ancaman baru dari Rusia yang semakin mengkhawatirkan. Baru-baru ini, The Wall Street Journal (WSJ) mengungkap fakta mengejutkan terkait produksi massal drone kamikaze Rusia terbaru, yakni Geran-4, yang menggunakan mesin turbojet buatan Cina.
Tingkat Kecepatan Mengkhawatirkan
Geran-4 yang dikembangkan dari platform Shahed-238 buatan Iran mampu mencapai kecepatan hingga 480 km/jam (300 mph), tiga kali lipat dari drone sebelumnya, Geran-2. Kecepatan yang makin tinggi membuat pertahanan udara Barat kesulitan dalam menghadapi serangan drone ini.
Mesin Cina yang digunakan dalam Geran-4 memberikan dampak besar terhadap efektivitas dan kecepatan drone ini, membuatnya sulit dihalau dengan drone pemburu biasa. Bahkan, sistem penangkis udara taktis Ukraina terpaksa mengeluarkan rudal pertahanan udara senilai jutaan dolar untuk merespons ancaman ini.
Pasokan Komponen dari Cina
Sebagian besar komponen vital dari drone Geran-4, termasuk mesin turbojet, antena komunikasi, dan sistem navigasi, disokong oleh ekosistem rantai pasok Cina sebesar 60 hingga 65 persen. Hal ini mengungkap keterlibatan Cina dalam akuisisi teknologi drone yang dilakukan secara sistematis.
Setelah integrasi komponen dari Cina, drone Geran-4 berhasil bertransformasi menjadi ancaman yang sangat mematikan, bahkan berhasil menghancurkan pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan membuat Pentagon bergerak cepat untuk menanggapi ancaman baru ini.
Implikasi Global yang Meningkat
Kehadiran drone Geran-4 yang dipertenagai oleh mesin turbojet Cina ini dapat berdampak besar bagi konflik global. Negara-negara seperti Venezuela dan Ethiopia pun bisa memanfaatkan teknologi ini dalam konflik internal maupun di luar negeri.
Pentingnya teknologi drone dalam pertahanan modern membuat Pentagon ikut membuka mata terhadap keberhasilan desain drone wedge-wing berbiaya murah ini. Dukungan pasokan komponen utama drone yang terus mengalir menunjukkan bahwa drone Geran-4 bisa menjadi ancaman global yang sulit diatasi oleh negara super power sekalipun.


