Friday, October 9, 2026
HomeMiliterMBDA-Polandia Racik Iron Dome Hemat dengan Rudal CMI Murah

MBDA-Polandia Racik Iron Dome Hemat dengan Rudal CMI Murah

Polandia menyiapkan konsep pertahanan udara berbiaya rendah untuk menghadapi serangan bergelombang yang melibatkan drone kamikaze Shahed dan rudal jelajah. Sistem hasil kolaborasi MBDA dan lembaga riset pertahanan Polandia, Wojskowy Instytut Techniczny Uzbrojenia (WITU), itu dirancang untuk mencegat sasaran tanpa mengandalkan rudal kelas berat yang mahal.

Konsep yang dijuluki sebagai “Iron Dome versi hemat” tersebut menggunakan peluncur stasioner dengan kapasitas 32 kontainer rudal interseptor. Setiap rudal disiapkan untuk menjangkau ancaman pada jarak hingga 6 kilometer dan ketinggian maksimal 5 kilometer.

Peluncur itu juga dirancang memiliki laju tembak tinggi. Jeda peluncuran antar-rudal hanya dua detik, sehingga sistem dapat melepaskan salvo untuk menghadapi sejumlah target dalam waktu berdekatan. Kemampuan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu elemen penting ketika kawanan drone berusaha membanjiri pertahanan objek vital nasional.

Menekan biaya setiap pencegatan

Pengembangan sistem ini berangkat dari ketimpangan biaya dalam pertahanan udara modern. Drone kamikaze yang nilainya berada pada kisaran puluhan ribu dolar dapat memaksa operator menggunakan rudal pencegat bernilai jutaan dolar per unit, seperti yang dipakai pada sistem NASAMS, CAMM, atau PAC-3 Patriot.

Pola semacam itu dinilai tidak berkelanjutan apabila serangan dilakukan secara masif dan berulang. Untuk mengatasinya, MBDA dan WITU memadukan badan rudal rakitan WITU dengan pencari inframerah berbiaya rendah yang berasal dari program Counter Mass Interceptor (CMI) milik MBDA.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk memangkas biaya produksi amunisi pencegat, sekaligus mempertahankan kemampuan rudal memburu sasaran yang memiliki jejak panas pada tahap akhir penerbangan. Pengujian terintegrasi penuh terhadap amunisi interseptor itu dijadwalkan berlangsung pada 2027.

Sebagai pembanding, sistem Iron Dome Israel memakai rudal Tamir yang diperkirakan berharga sekitar US$40.000 hingga US$100.000 per unit. Konsep Polandia-MBDA mengejar tingkat efisiensi yang sepadan, bahkan diharapkan dapat lebih terjangkau. Namun, sumber belum mencantumkan perkiraan harga untuk setiap rudal hasil pengembangan tersebut.

Terhubung dengan jaringan Zenit C2

Sistem pencegat baru ini akan diintegrasikan ke jaringan komando dan kendali nasional Polandia, Zenit C2. Dalam skema operasinya, stasiun radar terintegrasi lebih dahulu mendeteksi dan merekam jejak sasaran. Informasi itu kemudian diteruskan melalui Zenit C2 menuju komputer peluncur dan rudal.

Data dari jaringan komando digunakan untuk memandu interseptor pada tahap awal hingga pertengahan penerbangan. Setelah rudal mendekati area sasaran, pencari inframerah berbasis CMI di bagian depan rudal akan aktif secara otonom. Perangkat tersebut kemudian mengunci target dan mengarahkan interseptor sampai fase terminal.

Dengan 32 rudal siap luncur dan selang tembak dua detik, konfigurasi peluncurnya menyerupai pendekatan Iron Dome yang menempatkan unit berkapasitas besar di sekitar kawasan perkotaan serta infrastruktur strategis. Perpaduan amunisi murah, kemampuan salvo, dan koneksi ke Zenit C2 dipersiapkan Polandia untuk membangun pertahanan terhadap ancaman udara massal dengan beban operasional yang lebih terkendali.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER