Center for Budget Analysis (CBA) telah menyoroti dugaan mark up dalam anggaran penataan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, yang termasuk proyek pembongkaran 98 tiang bekas monorel. Menurut CBA, total anggaran proyek tersebut mencapai Rp113,8 miliar, melebihi angka yang sebelumnya disampaikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan biaya pembongkaran tiang dianggap tidak wajar. Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyatakan bahwa penelusuran lembaganya menunjukkan alokasi anggaran untuk penataan jalan melebihi penyangkalan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Pramono Anung sebelumnya membantah anggaran sebesar Rp100 miliar hanya untuk pembongkaran tiang monorel, namun merupakan bagian dari keseluruhan anggaran perbaikan Jalan HR Rasuna Said. Uchok Sky menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp113,8 miliar tersebut tercatat dalam program Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta untuk proyek Penataan Jalan dan Kelengkapannya di Provinsi DKI Jakarta.
CBA juga mencatat kabar yang menyebut anggaran pembongkaran 98 tiang monorel mencapai Rp100 miliar, menunjukkan biaya pembongkaran satu tiang monorel sekitar Rp1 miliar. Menurut CBA, biaya tersebut terlalu tinggi dan mencurigakan, menunjukkan kemungkinan adanya mark up dalam anggaran tersebut. Uchok Sky menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran proyek-proyek publik untuk menghindari praktik-praktik yang merugikan keuangan negara.


