Kerjasama strategis antara Beijing dan Teheran tampak semakin kuat menghadapi konflik di Timur Tengah. Berita eksklusif dari media Inggris, The Telegraph, mengungkap operasi logistik besar-besaran yang sedang berlangsung dengan pengiriman komponen penting persenjataan dari Cina ke Iran. Tidak kurang dari lima kapal kargo terlihat membawa ribuan ton bahan kimia yang vital untuk produksi bahan bakar roket padat, langkah yang diyakini akan meningkatkan kekuatan militer Iran.
Data dari pelacakan satelit dan laporan intelijen maritim, dilansir oleh The Telegraph, menunjukkan bahwa kelima kapal yang dioperasikan oleh Islamic Republic of Iran Shipping Line Group (IRISL) berlayar dari Pelabuhan Gaolan di Zhuhai, Cina. Pelabuhan ini adalah hub logistik kimia terbesar di pantai selatan Cina. Muatan dari kapal-kapal tersebut kemudian diangkut ke dua titik penting di Iran, yaitu Pelabuhan Bandar Abbas dan Chabahar, gerbang utama suplai militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Komoditas utama yang diangkut adalah Sodium Perchlorate, bahan penting dalam produksi Ammonium Perchlorate, yang merupakan oksidan utama dalam mesin roket berbahan bakar padat. Analisis dari para ahli pertahanan menunjukkan bahwa volume bahan kimia yang dikirim cukup untuk memproduksi sekitar 785 rudal balistik baru. Langkah ini dianggap penting karena Iran mulai beralih ke rudal berbahan bakar padat yang lebih siap diluncurkan.
Pengiriman dari Cina ini dianggap sebagai upaya untuk mendukung kembali stok rudal Iran yang terkuras akibat intensitas peluncuran tinggi. Dengan manfaatkan celah “dual-use” untuk Sodium Perchlorate, Cina mencoba menjaga diri dari sanksi internasional. Namun, pengamat di kawasan melihat ini sebagai bentuk dukungan Cina terhadap Iran di tengah tekanan militer Barat. Dengan suplai bahan bakar rudal dalam jumlah besar, Iran diprediksi dapat mengubah dinamika konflik di kawasan Teluk, meningkatkan kemampuan serangan jenuh dan tekanan pada pertahanan udara lawan.
Rute logistik dari Zhuhai ke Bandar Abbas kini menjadi fokus pengawasan karena menjadi jalan vital bagi kekuatan rudal Iran. Dengan dukungan Cina yang semakin kuat, AS dan sekutu harus memperhatikan dengan serius perubahan ini.


