KF-21 Boramae, jet tempur generasi 4.5 Korea Selatan, mencatat tonggak sejarah pada penghujung tahun 2025. BAE Systems dari Inggris merilis pengumuman terkait integrasi dan sertifikasi sistem Identification Friend or Foe (IFF) untuk KF-21. Integrasi berlangsung penting karena memastikan KF-21 memiliki bahasa komunikasi yang sama dengan jet tempur tercanggih di dunia.
Perangkat AN/DPX-7 Combined Interrogator Transponder (CIT) dari BAE Systems menjadi inti kerja sama ini. Dengan standar Mode 5, perangkat IFF tersebut menggunakan algoritma kriptografi yang kuat untuk menghindari risiko friendly fire selama peperangan elektronik. Mode 5 memastikan identifikasi pesawat kawan dengan tingkat kepercayaan tinggi, bahkan di lingkungan yang penuh gangguan sinyal.
Perangkat ini dirancang efisien, menggabungkan fungsi interogator dan transponder dalam satu unit kompak. Dengan kemampuan bekerja pada berbagai spektrum frekuensi, KF-21 dapat terbang aman di wilayah konflik dan jalur udara internasional. Dengan antena yang ditempatkan strategis, KF-21 terhubung dengan baik. Kontrak produksi massal dengan BAE Systems senilai hingga US$150 juta juga telah ditetapkan.
Kerja sama ini menjadi nilai jual tinggi bagi Korea Aerospace Industries (KAI) untuk pasar ekspor. Dengan sertifikasi internasional, calon pembeli dari negara lain tidak perlu khawatir tentang kecocokan sistem saat berlatih atau bertempur bersama. Integrasi sistem IFF BAE Systems menegaskan kesiapan KF-21 untuk beroperasi di medan pertempuran. Sejak diumumkan pada 29 Maret 2022, BAE Systems secara resmi dipilih oleh KAI untuk mengintegrasikan sistem IFF di jet tempur KF-21 hingga fase produksi massal pada 11 Juni 2024.


