Thursday, January 22, 2026
HomeMiliterJerman Investasi 490 Juta Euro ke Skyranger 30 untuk Integrasi

Jerman Investasi 490 Juta Euro ke Skyranger 30 untuk Integrasi

Pengembangan rudal anti drone Small Anti Drone Missile (SADM) telah memasuki tahap baru setelah diperkenalkan di Pameran Dirgantara Internasional (ILA) 2024 di Berlin dan mendapatkan persetujuan anggaran sebesar €490 juta dari Parlemen Jerman (Bundestag) pada 8 November 2025. Langkah ini menunjukkan upaya Jerman dalam mempercepat modernisasi pertahanan udara mereka setelah melihat efektivitas drone kecil di medan perang, terutama di Ukraina. Proyek SADM merupakan respons langsung terhadap pengalaman konflik global yang menyadari penggunaan rudal pertahanan udara mahal untuk melawan drone komersial murah justru tidak efisien.

Rudal SADM, juga dikenal sebagai DefendAir, dikembangkan oleh MBDA Deutschland sebagai senjata tambahan pada sistem pertahanan udara Skyranger 30 buatan Rheinmetall yang dipasang pada ranpur Boxer 8×8. Dengan kecepatan sub-sonik hingga trans-sonik, SADM dirancang untuk mampu menghancurkan drone kelas 1 yang berukuran kecil dan mikro secara efektif dan efisien. Dengan hulu ledak kecil dan fragmentasi tinggi, rudal ini dioptimalkan untuk merusak cangkang drone tanpa perlu mengandalkan lapisan baja.

Berkolaborasi dengan Skyranger 30 yang dilengkapi dengan kanon 30mm, SADM dapat meningkatkan jangkauan tempur efektif hingga 5 hingga 6 kilometer. Diperkirakan bahwa satu unit Skyranger dapat menghancurkan hingga 30 drone dalam satu serangan tunggal. Angkatan Darat Jerman (Bundeswehr) menargetkan agar sistem Skyranger 30 yang dilengkapi rudal SADM dapat mulai beroperasi dan dikirimkan ke unit garis depan pada akhir dekade 2020-an. Dengan kemampuan ini, Jerman memperkuat pertahanan udara mereka untuk menghadapi ancaman drone secara lebih efektif di masa depan.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER