Wednesday, December 17, 2025
HomeMiliterPembaruan UCAV Terbaru: J-20, J-16D, dan GJ-11 Sharp Sword

Pembaruan UCAV Terbaru: J-20, J-16D, dan GJ-11 Sharp Sword

Pada tanggal 11 November 2025, Angkatan Udara Cina (PLAAF) merayakan ulang tahun ke-76 mereka dengan merilis video yang memperlihatkan kemampuan operasional gabungan antara tiga aset udara tercanggih mereka. Video tersebut menampilkan formasi terbang dari jet tempur stealth Chengdu J-20, jet tempur spesialis perang elektronik Shenyang J-16D, dan drone tempur stealth GJ-11 Sharp Sword. Formasi ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga menyatakan perubahan doktrin perang udara Cina dalam mengenali kemampuan Manned-Unmanned Teaming (MUM-T).

GJ-11 Sharp Sword, yang juga dikenal sebagai Xuanlong atau Dark Dragon, adalah drone tempur siluman Cina yang mampu terbang tanpa awak. Kehadirannya dalam formasi bersama dengan J-20 dan J-16D menunjukkan bahwa Cina siap secara operasional untuk menerapkan strategi loyal wingman, di mana drone dapat menerima perintah dan beroperasi di bawah kendali pilot atau operator di J-20 atau J-16D.

Para analis pertahanan menganggap formasi ini sebagai kombinasi sempurna untuk menembus pertahanan musuh, seperti Amerika Serikat atau Taiwan. Setiap elemen dalam formasi memiliki peran khusus, dengan J-20 bertindak sebagai pemimpin, J-16D sebagai penekan elektronik, dan GJ-11 sebagai aset serang dan pengintai. Dalam MUM-T, drone GJ-11 dapat dikorbankan untuk melakukan pengintaian mendalam atau meluncurkan serangan presisi.

Penerbangan formasi ini menunjukkan penggunaan datalink terenkripsi dengan bandwidth tinggi, yang memungkinkan koordinasi yang presisi antara pesawat berawak dan tidak berawak. Cina telah berinvestasi besar dalam konsep perang hibrida dan menantang program loyal wingman AS seperti Kratos XQ-58A Valkyrie atau program Australia/Boeing MQ-28 Ghost Bat. Dengan kehadiran drone tempur GJ-11 Sharp Sword yang dilengkapi dengan dua bomb bay, Cina menunjukkan kesiapan tempur dan kemajuan teknologi mereka kepada pesaing-pesaingnya.

Rilis video ini juga memiliki pesan strategis yang jelas kepada pesaing-pesaing Cina, menunjukkan kesiapan tempur dan kemajuan teknologi Cina, terutama dalam konteks ketegangan di wilayah Selat Taiwan dan Laut Cina Selatan.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER