Berita Terbaru: Jerman Rela Hibahkan Slot Produksi Kapal Selam Type 212CD untuk Kanada
Persaingan sengit dalam perebutan kontrak raksasa Canadian Patrol Submarine Project (CPSP) semakin memanas menjelang pengumuman keputusan final yang dijadwalkan sebelum akhir Juni 2026. Program pengadaan hingga 12 unit kapal selam konvensional bernilai hingga 60 miliar dolar Kanada ini kini memasuki babak baru yang semakin seru.
Pertarungan Antar Raksasa Industri
Program ini melibatkan dua raksasa industri galangan global, yaitu Hanwha Ocean dari Korea Selatan dengan KSS-III Batch-II melawan ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) dari Jerman yang mengusung Type 212CD (Common Design). Dalam pertarungan sengit ini, kedua pihak menampilkan keunggulan dan kelebihan masing-masing untuk memenangkan kontrak tersebut.
Manuver Agresif Hanwha Ocean dan TKMS
Korea Selatan menjanjikan pengiriman empat kapal selam operasional pada tahun 2035, yang membuat Jerman meluncurkan manuver balasan yang agresif dengan dukungan Norwegia. Masing-masing negara bersedia memotong kompas dalam program pengadaan nasional mereka untuk membantu Kanada menghindari celah kekosongan kapabilitas bawah air pada pertengahan dekade 2030-an. Jerman dan Norwegia sepakat untuk memindahkan satu slot kapal selam Type 212CD dari program milik mereka untuk diserahkan kepada Royal Canadian Navy.
Solusi ini memungkinkan Kanada mendapatkan empat unit kapal selam pertama tepat waktu sebelum armada Victoria class Kanada mulai dipensiunkan. Jerman dan Norwegia akan kembali memulihkan kuota armada mereka di akhir dekade setelah meningkatkan kapasitas produksi galangan kapal selam mereka.
Fantastis: Dampak Ekonomi dan Keunggulan Teknologi
Germany and Norway… Germany Defense Minister Boris Pistorius menjelaskan bahwa komitmen ekonomi dan teknologi yang ditawarkan Jerman melalui TKMS sangat fantastis. Penandatanganan kontrak akan membawa dampak positif pada pertumbuhan ekonomi Kanada dengan proyeksi dampak PDB mencapai 86 miliar dolar Kanada dan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja. Selain itu, transfer teknologi tinggi juga menjadi daya tarik Jerman untuk menawarkan pembangunan fasilitas pemeliharaan dan perluasan kerja sama pelatihan.
Keputusan akhir akan segera diumumkan sebelum akhir Juni 2026, menentukan apakah Kanada akan memilih jalur mandiri dengan Korea Selatan atau bergabung dalam poros pertahanan bawah air Atlantik Utara bersama Jerman dan Norwegia, sebuah keputusan strategis yang akan berdampak pada masa depan keamanan global dan Arktik. Persaingan antara kedua negara besar ini tidak hanya soal spesifikasi teknis, tetapi juga masalah integrasi aliansi keamanan global yang lebih luas.


