Inggris memulai langkah untuk memperkuat keamanan pangkalan militernya di Mediterania Timur dengan mengerahkan helikopter multi-peran canggih, AW159 Wildcat. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap ancaman drone yang semakin meningkat di wilayah strategis tersebut. Pengerahan helikopter dilakukan dengan cepat menggunakan pesawat angkut berat C-17 Globemaster III, yang mampu membawa beban masif dalam hitungan jam untuk memastikan kesiapan tempur di Siprus tidak terganggu oleh waktu.
Dua unit AW159 Wildcat milik Angkatan Laut Inggris telah didatangkan dan disiapkan untuk beroperasi dari Pangkalan Udara RAF Akrotiri. Penggunaan C-17 Globemaster sebagai sarana pengangkut menunjukkan betapa pentingnya misi ini, dengan kemampuan melipat bilah rotor helikopter untuk pengangkutan yang efisien. Tujuan penguatan keamanan tersebut adalah untuk menciptakan perisai udara yang efektif dalam mencegah ancaman asimetris yang dapat mengganggu pangkalan tersebut.
AW159 Wildcat, helikopter evolusi dari keluarga Lynx, dilengkapi dengan teknologi canggih termasuk radar AESA Leonardo Seaspray 7000E untuk mendeteksi target di permukaan laut maupun di udara. Dalam misi anti-drone, helikopter ini dilengkapi dengan sistem persenjataan Martlet yang efisien dalam mencegat drone dengan sistem pemandu laser yang akurat.
Helikopter AW159 Wildcat ditenagai oleh mesin LHTEC CTS800-4N, memberikan kecepatan maksimum hingga 291 km/jam. Dilengkapi dengan rudal Martlet dan Sea Venom, serta kokpit digital terintegrasi penuh, membuat Wildcat menjadi aset pertahanan yang handal. Minat pasar global terhadap helikopter ini juga meningkat, termasuk di Asia Tenggara di mana Angkatan Laut Filipina menjadi salah satu pengguna utamanya.
Dengan fleksibilitas dan kemampuan yang dimilikinya, AW159 Wildcat terbukti menjadi aset pertahanan modern yang sangat diperhitungkan. Dari pemburu kapal selam hingga perisai udara, helikopter ini terus menunjukkan nilainya dalam peta pertahanan global.


