Pertahanan maritim Eropa semakin menarik dengan konfirmasi Inggris tentang partisipasi Babcock International dalam persaingan pengadaan fregat terbaru Swedia, Lulea class. Babcock, bekerja sama dengan Saab, akan menawarkan varian Arrowhead 120 untuk memenangkan kontrak senilai 6 miliar dolar AS. Kolaborasi ini menjadi kunci utama bagi Babcock untuk memenangkan hati pemerintah Swedia, yang akan memadukan keunggulan arsitektur kapal Inggris dengan kecanggihan otak elektronik domestik Swedia.
Arrowhead 120 akan mengusung Sistem Manajemen Tempur (CMS) 9LV dari Saab serta integrasi radar seri Sea Giraffe terbaru, sehingga Angkatan Laut Swedia akan mendapatkan kapal dengan teknologi modern dan interoperabilitas sempurna dengan armada yang sudah ada. Keberhasilan kerja sama antara Babcock dan Saab ini juga membuktikan bahwa fleksibilitas desain kapal modern menjadi kunci dalam memenangkan persaingan alutsista global yang semakin kompleks.
Spesifikasi Arrowhead 120 yang ditawarkan untuk Swedia mencakup bobot perpindahan sekitar 4.650 ton, dengan desain yang menggabungkan lambung baja kokoh dan struktur atas berbahan komposit ringan untuk menjaga stabilitas dan meminimalisir tanda radar. Kapal ini menggunakan sistem penggerak CODLAD yang memungkinkannya mencapai kecepatan maksimal di atas 24 knot dan memiliki jarak jelajah hingga 6.000 mil laut.
Arrowhead 120 memiliki penekanan khusus pada ketahanan dan kelangsungan hidup di kondisi cuaca dingin ekstrem, serta dilengkapi dengan ruang internal modular dan teluk misi yang dapat dikonfigurasi ulang sesuai dengan tuntutan misi. Kemampuan udara dan lautnya pun tidak main-main, dengan kemampuan menangani pesawat hingga bobot 15 ton dan helikopter angkatan laut menengah seperti NH90 atau MH-60 Seahawk.
Dengan dimensi yang lebih ringkas namun padat teknologi, Arrowhead 120 dirancang sebagai pemburu kapal selam dan pertahanan udara yang lincah di perairan regional. Dengan kapasitas kru standar 80 personel dan ruang tambahan bagi 80 pasukan khusus atau spesialis misi, kapal ini menunjukkan bahwa fleksibilitas desain modular menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan alutsista global di masa depan.


