Wednesday, December 17, 2025
HomeMiliterCina Gunakan Robot Humanoid Walker untuk Patroli Perbatasan Vietnam

Cina Gunakan Robot Humanoid Walker untuk Patroli Perbatasan Vietnam

Di Indonesia, robot humanoid telah diperkenalkan oleh Polri saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 pada Juli 2025 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Namun, di Cina, penggunaan robot humanoid lebih canggih karena tidak hanya ditampilkan dalam defile tapi juga telah diadaptasi untuk keperluan taktis, seperti tugas memantau wilayah perbatasan.

Cina menunjukkan komitmennya dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk keamanan nasional. Salah satu langkah penting yang diambil adalah pengujian dan pengerahan robot humanoid canggih yang dikembangkan oleh UBTech Robotics, perusahaan terkemuka, untuk menjalankan tugas pemantauan di wilayah perbatasan yang luas dan seringkali keras.

Menurut laporan dari South China Morning Post, UBTech Robotics berhasil meraih kontrak sebesar US$37 juta untuk penggunaan robot humanoid bipedal (dua kaki) di wilayah perbatasan Vietnam. Salah satu robot yang termasuk dalam kontrak tersebut adalah Walker S2, yang diakui sebagai robot humanoid pertama di dunia yang mampu mengganti baterai sendiri.

Robot-robot ini akan ditempatkan di perbatasan untuk berbagai fungsi mulai dari memandu wisatawan, mengatur arus personel, patroli, operasi logistik, hingga layanan komersial. Mereka juga akan melakukan inspeksi di lokasi manufaktur baja, tembaga, dan aluminium. Pengiriman robot humanoid tersebut diharapkan dimulai pada bulan Desember tahun ini.

UBTech berencana untuk mengirimkan 500 robot humanoid pada akhir tahun dan meningkatkan produksi mereka menjadi 10.000 unit pada tahun 2027. Selain itu, otoritas Cina juga telah mengerahkan robot multibahasa untuk keperluan imigrasi serta robot patroli polisi di beberapa kota besar seperti Shenzhen, Shanghai, dan Chengdu.

UBTech Walker adalah robot humanoid yang paling terkenal dalam proyek patroli perbatasan. Dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi, sensor termal, dan LIDAR, robot ini mampu memetakan wilayah perbatasan, mendeteksi penyusup, dan berinteraksi dengan infrastruktur perbatasan.

Keunggulan robot humanoid seperti Walker terletak pada kemampuan navigasi bipedal yang dapat meniru gerakan manusia di medan pegunungan terjal, bukit-bukit kapur, dan hutan lebat. Hal ini memberikan keunggulan dalam pemantauan wilayah yang sulit diakses oleh kendaraan tradisional atau robot beroda.

Penggunaan robot humanoid dalam keamanan perbatasan ini memberikan kemampuan pemantauan yang konsisten dan efisien, terutama dalam kondisi lingkungan yang sulit untuk dijangkau oleh personel manusia. Inovasi ini menandai langkah maju Cina dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keamanan nasional.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER