Penggunaan bom penghancur bunker terbaru, GBU-72/B Advanced 5K oleh US CENTCOM sebagai respons terhadap Kota Rudal Iran telah dikonfirmasi. Fasilitas bawah tanah milik Teheran ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan peluncuran rudal balistik serta drone serang. Selama bertahun-tahun, Iran membangun infrastruktur militer yang terkubur di bawah lapisan beton dan batu pegunungan, terutama di sekitar Selat Hormuz. Dengan kehadiran GBU-72/B, kebal terhadap serangan udara konvensional menjadi terancam.
Dikembangkan untuk menembus lapisan pelindung yang tebal, bom berat 5.000 pon ini mampu meruntuhkan struktur terowongan dan memicu ledakan sekunder. Keakuratannya ditingkatkan dengan kit pemandu JDAM, memastikan bom mencapai target dengan akurasi dalam hitungan meter. Boeing berperan penting dalam pengembangan senjata ini, yang telah diintegrasikan dengan kit pemandu JDAM yang dimodifikasi.
Penggunaan F-15E Strike Eagle sebagai platform pengebom memberikan fleksibilitas tinggi dalam melancarkan serangan presisi secara cepat. Penggunaan GBU-72/B Advanced 5K oleh US CENTCOM juga menjadi ajang pembuktian bagi Pentagon bahwa investasi dalam senjata penembus bunker telah memberikan hasil yang signifikan. Serangan ke Kota Rudal Iran tidak hanya bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan ofensif Iran, tetapi juga untuk merusak moral pertahanan lawan. Melalui tindakan ini, AS menunjukkan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman bagi aset strategis Iran.


