Tuesday, February 17, 2026
HomeMiliterAustralia menerima unit pertama pesawat MC-55A Peregrine

Australia menerima unit pertama pesawat MC-55A Peregrine

Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) akhirnya memasuki era baru dalam peperangan elektronik setelah menunggu lebih dari lima tahun sejak rencana akuisisi pertama kali digulirkan pada tahun 2019. Pada 24 Januari 2026, L3Harris Technologies secara resmi menyerahkan unit pertama pesawat intelijen dan peperangan elektronik MC-55A Peregrine kepada RAAF di Pangkalan Udara Edinburgh, Australia Selatan. Penyerahan ini merupakan tonggak sejarah dalam proyek senilai miliaran dolar yang dilakukan melalui skema Foreign Military Sales (FMS) untuk memberikan keunggulan informasi bagi Australia di tengah dinamika keamanan yang semakin meningkat di kawasan Indo Pasifik.

MC-55A Peregrine mengusung kecanggihan utama dalam integrasi sensor canggih pada platform jet bisnis Gulfstream G550 yang telah dimodifikasi. Pesawat ini dilengkapi dengan teknologi Signals Intelligence (SIGINT) dan Electronic Support Measures (ESM) yang mutakhir untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan melacak sinyal elektronik musuh dari jarak jauh. Sistem misi Peregrine dirancang untuk melakukan pemrosesan data otomatis yang cepat dan didistribusikan melalui jalur komunikasi satelit terenkripsi ke pasukan lain untuk memetakan kekuatan musuh tanpa harus berada di dalam jangkauan serangan lawan.

Selain kemampuan intelijen sinyal, pesawat Peregrine dilengkapi dengan sensor pencitraan elektro-optik dan inframerah berkualitas tinggi untuk pemantauan visual dalam kondisi cahaya rendah atau cuaca buruk. Kemampuan perang elektronik aktifnya mampu melakukan gangguan atau jamming terhadap sistem komunikasi dan radar musuh yang mencoba mengunci posisi aset sekutu. Dengan profil terbang tinggi dan daya tahan udara yang lama, MC-55A dapat menjalankan misi pengawasan secara terus-menerus di area luas, memberikan gambaran situasional yang detail bagi komandan di lapangan.

Kedatangan Peregrine juga meningkatkan interoperabilitas antara Australia dan Amerika Serikat dengan standar sistem yang kompatibel dengan teknologi NATO. Sebagai aset strategis, pesawat ini akan bekerja bersama armada F-35A Lightning II dan EA-18G Growler milik RAAF untuk menciptakan payung perlindungan elektronik yang solid. Dengan dukungan teknis dari L3Harris di Australia, MC-55A Peregrine akan menjadi instrumen utama dalam menjaga kedaulatan informasi dan memastikan supremasi udara Australia di Indo-Pasifik dalam beberapa dekade mendatang.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER