Tuesday, February 17, 2026
HomeMiliterUji Tembak Perdana Meriam Leonardo Strales Sovraponte 76/62 - KRI Prabu Siliwangi...

Uji Tembak Perdana Meriam Leonardo Strales Sovraponte 76/62 – KRI Prabu Siliwangi 321

KRI Prabu Siliwangi 321 Sukses Melakukan Penembakan Perdana Meriam Leonardo Strales Sovraponte 76/62

KRI Prabu Siliwangi 321, kapal kombatan serbaguna PPA class terbaru TNI AL, berhasil melakukan penembakan perdana meriam Leonardo Strales Sovraponte 76/62 setelah resmi diserahkan dalam upacara pada 22 Desember 2025 di galangan kapal Muggiano, La Spezia, Italia. Penembakan perdana ini dilakukan sebagai bagian dari pelayaran uji coba structural firing untuk menguji kekuatan struktur kapal, integrasi sistem senjata, dan memastikan semua aspek mekanis dan elektrikal berfungsi sesuai spesifikasi teknis.

Penembakan meriam ini merupakan tahap penting dalam uji coba kapal perang, dimana getaran, respons struktur, dan stabilitas platform senjata diamati sepenuhnya untuk memastikan keselamatan dan efektivitas operasional di masa yang akan datang. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan ketat mengikuti prosedur keselamatan dan melibatkan personel sesuai dengan tugas dan keahliannya masing-masing.

Di samping penembakan meriam, pelayaran uji coba juga mencakup uji coba peran sekoci guna menguji sistem penurunan dan pengoperasian sekoci serta meningkatkan keterampilan awak kapal dalam mendukung keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Diharapkan bahwa melalui serangkaian uji coba ini, KRI Prabu Siliwangi 321 semakin siap untuk memasuki tahap operasional berikutnya dan dapat mendukung tugas TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan nasional.

Leonardo Strales Sovraponte 76/62, meriam “superfiring” yang terpasang di kapal OPV/Frigat PPA Paolo Thaon di Revel Class TNI AL, dirancang dengan kubah yang miring untuk mengurangi tanda radar dan mendukung desain kapal stealth. Meriam tersebut dapat menembakkan amunisi NATO 76 mm dengan jangkauan reguler 16 km, ditambah dengan amunisi Vulcano 76 mm jarak jauh dan amunisi DART berpemandu. Dengan berat turret tanpa amunisi mencapai 4,7 hingga 5,5 ton, meriam ini memiliki sudut putar 360 derajat dan sudut elevasi -15° hingga +85°, dengan kecepatan luncur proyektil mencapai 925 meter per detik.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER