Wednesday, August 12, 2026
HomeMiliterArmada UCAV MQ-9 Reaper AS Rontok, Pentagon Cari Pengganti

Armada UCAV MQ-9 Reaper AS Rontok, Pentagon Cari Pengganti

Angkatan Udara AS Butuh Ekskalasi Cepat untuk Mengatasi Krisis Drone Reaper yang Rontok

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) saat ini tengah menghadapi tantangan besar dalam upaya menyelamatkan armada drone tempur mereka setelah kehilangan puluhan unit UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) andalan, MQ-9 Reaper.

Kondisi Darurat: Reaper Rontok dalam Jumlah Massal

Kondisi ini terungkap setelah Pentagon melaporkan bahwa hampir 30 unit Reaper hilang dalam misi militer intensif melawan Iran, yang semakin memburuk saat drone-drone tersebut jatuh dalam misi berisiko tinggi menghadapi kelompok Houthi di Yaman. Hal ini memicu kekhawatiran di internal militer AS, mengingat drone sangat vital dalam peperangan modern tanpa mengorbankan nyawa pilot manusia.

Kehilangan besar terjadi dalam Operasi Epic Fury, kampanye AS melawan Iran di mana Reaper menjadi pilar utama. Namun, faktor fisik Reaper menjadi incaran empuk pertahanan udara Iran dan mengakibatkan hancurnya sekitar 24 unit, baik dalam udara maupun di pangkalan regional.

Krisis Inventaris: Pencarian Pengganti untuk Reaper

Saat ini, Angkatan Udara AS tercatat hanya memiliki sekitar 135 unit Reaper aktif dari 165 awalnya. Krisis inventaris ini semakin diperparah dengan status produksi MQ-9A yang sudah dihentikan. Upaya darurat dilakukan dengan membeli sisa-sisa pesawat yang tersedia, namun ketersediaan terbatas dan khawatir tidak akan mencukupi kebutuhan tempur mereka.

MQ-9 Reaper, sejatinya, sangat diandalkan dalam pengintai dan penyerangan. Memiliki kemampuan terbang selama 24 jam non-stop dengan berbagai persenjataan mematikan seperti rudal Hellfire dan bom pintar Paveway II, Reaper menjadi salah satu drone terbaik di dunia.

Masih dalam Ancaman: Pertimbangan Strategis Pentagon

Kehilangan massal dalam operasi penting ini memaksa Pentagon untuk mengevaluasi doktrin perang drone mereka. Transisi ke platform baru yang lebih tahan terhadap pertahanan udara modern menjadi tujuan mendesak untuk menghadapi kondisi perang yang semakin kompleks di masa depan.

Sumber: Indomiliter

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER