Pengembangan pesawat jet tempur generasi 4.5 KF-21 Boramae terus menunjukkan kemajuan signifikan, terutama pada sektor avionik. Salah satu komponen krusial yang menjadi tulang punggung penginderaan pesawat ini adalah sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA) yang diberi nama APY-016K.
Radar AESA APY-016K: Otak dari KF-21 Boramae
Sistem radar canggih ini dikembangkan oleh Hanwha Systems, perusahaan pertahanan Korea Selatan. APY-016K menampilkan kesempurnaan kemandirian industri pertahanan Seoul dalam menguasai teknologi radar modern, memperlihatkan lompatan besar dalam kemampuan penginderaan pesawat tempur.
Radar APY-016K dilengkapi dengan kemampuan multi-misi superior. Didesain untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan melacak berbagai target secara simultan di udara, permukaan tanah, maupun lautan. Kepekaan radar yang tinggi memungkinkan radar ini menemukan objek-objek kecil dengan kontras radar rendah, termasuk drone intai mikro.
Performa Radar AESA APY-016K
Radar APY-016K menawarkan jangkauan deteksi operasional antara 150 hingga 200 kilometer. Jarak jangkauan yang luas ini memberikan kesadaran situasional yang luar biasa bagi pilot KF-21 Boramae, memungkinkan mereka untuk mengantisipasi ancaman lebih awal dan mengambil tindakan yang tepat sebelum musuh melihat mereka.
Pada tahap awal proyek KF-21, Korea Selatan berusaha mendapatkan transfer teknologi radar AESA dari Amerika Serikat. Namun, Washington menolak permintaan ini, memaksa Korea Selatan untuk mencari solusi mandiri. Dengan dukungan teknis dari Elta Systems, Korea Selatan berhasil mengembangkan radar APY-016K dan mencapai kemandirian dalam teknologi radar.
Keberhasilan melokalisasi radar APY-016K tidak hanya menempatkan Korea Selatan ke dalam kelompok elit penguasa teknologi radar dunia, tetapi juga meningkatkan daya saing dan pemasaran KF-21 Boramae di pasar internasional tanpa terkendala regulasi ekspor ITAR milik Amerika Serikat.
Sumber: Indomiliter


