Iran telah mengirim peringatan keras kepada negara NATO di Eropa melalui laporan investigasi terbaru dari The Wall Street Journal. Kemampuan rudal balistik Iran telah berkembang pesat hingga dapat menjangkau “jantung” Eropa. Hal ini membuat negara-negara Eropa merasa ragu untuk terlibat lebih dalam dalam konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Analisis terhadap peluncuran rudal jarak jauh Iran menunjukkan bahwa Iran kini mampu mencapai Diego Garcia, pangkalan militer AS di Samudra Hindia. Ini menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara Eropa seperti Paris, Berlin, dan Roma yang bisa menjadi target potensial Iran. Penggunaan teknologi solid-fuel pada rudal terbaru Iran telah meningkatkan ketepatan dan jangkauan rudal tersebut.
Iran berhasil memperpanjang jangkauan rudal operasionalnya hingga mencapai 3.000 hingga 4.000 kilometer, menjadikan mereka memiliki kemampuan untuk langsung menyerang kepentingan Barat dari daratan Iran tanpa perlu melalui proksi. Diego Garcia, yang merupakan hub logistik dan pangkalan strategis AS, kini terancam oleh kemampuan rudal balistik Iran.
Keberhasilan Iran dalam mendemonstrasikan kemampuan jangkauan rudal mereka hingga Diego Garcia menunjukkan kerentanan infrastruktur militer vital AS dan sekutunya terhadap serangan balasan yang mematikan. Hal ini menciptakan retakan di internal NATO dan negara-negara Eropa dihadapkan pada dilema antara mendukung serangan AS-Israel ke Iran atau membuka diri terhadap serangan rudal Iran.
Negara-negara Eropa seperti Perancis dan Jerman lebih memilih jalur diplomasi daripada dukungan militer terbuka dalam konfrontasi langsung dengan Iran untuk menghindari hujan rudal di wilayah kedaulatan mereka. Iran telah berhasil menciptakan “keseimbangan ketakutan” yang membuat pemimpin NATO berpikir ulang sebelum memicu perang besar di Timur Tengah.


