JS Nagara Resmi Perkuat Armada Angkatan Laut Jepang
Angkatan Laut Jepang (JMSDF) telah memperkuat kekuatan armadanya dengan meresmikan fregat multi-misi Mogami class kesepuluh, JS Nagara (FFM-10), pada 29 Juni. Upacara penyerahan dan serah terima bendera dilakukan dengan khidmat di Galangan kapal Mitsubishi Heavy Industries (MHI) di Nagasaki.
Langkah Modernisasi Maritim Jepang
Peluncuran JS Nagara menandai langkah besar dalam modernisasi kekuatan maritim Jepang. Proses pembangunan kapal ini berlangsung sangat cepat sejak peletakan lunas pertamanya pada Juli 2023. Dengan panjang 132,5 meter, lebar 16,3 meter, JS Nagara memiliki berat standar 3.900 ton yang dapat meningkat hingga 5.500 ton dengan muatan penuh.
Dengan menggunakan sistem penggerak Combined Diesel and Gas (CODAG), JS Nagara mampu mencapai kecepatan di atas 30 knot. Desain aerodinamisnya dengan sudut-sudut tajam meminimalkan radar cross-section (RCS) untuk kemampuan siluman yang tinggi di Laut Cina Timur.
Persenjataan dan Sistem Canggih
JS Nagara dilengkapi dengan 16-cell Mk 41 Vertical Launch System (VLS) yang memungkinkan peluncuran rudal pertahanan udara jarak menengah secara instan. Dengan delapan rudal anti-kapal Type 17, kapal ini memiliki daya gempur yang mematikan.
Pertahanan jarak dekat JS Nagara didukung oleh peluncur Raytheon SeaRAM, senjata mesin Remote Weapon Station (RWS) 12.7 mm, dan meriam utama BAE Systems 5-inci (127 mm) Mk 45 Mod 4. Untuk aspek peperangan bawah air, kapal ini dilengkapi dengan sistem sonar anti-kapal selam OQQ-25 dan radar multi-fungsi AESA Mitsubishi Electric OPY-2.
Kesiapan Tempur dan Otomatisasi Ekstrem
JS Nagara mampu beroperasi dengan hanya 90 hingga 100 awak kapal berkat tingkat otomatisasi yang ekstrem. Dengan sistem Advanced Combat Information Center (CIC) dan Integrated Ship Handling System (ISHS), kapal ini dapat melakukan manuver secara mandiri dan efisien dalam berbagai situasi taktis.
Dengan kekuatan dan sistem canggihnya, JS Nagara siap memperkuat pertahanan angkatan laut Jepang di kawasan Indo Pasifik. Peresmiannya menjadi tonggak penting dalam pembangunan kekuatan maritim Jepang yang semakin maju dan modern.


