Teknologi militer semakin maju dengan uji coba mesin roket padat yang dilakukan di dalam air dengan kedalaman mencapai 200 meter oleh para peneliti dari Mechano-Electrical Engineering Institute di Cina. Ini merupakan pencapaian signifikan karena melebihi standar operasional rudal balistik kapal selam modern. Diketahui bahwa rudal kelas berat seperti Trident AS dan seri Julang Cina biasanya terbatas untuk diluncurkan di perairan dangkal sekitar 30 meter. Namun, kemampuan untuk meluncurkan mesin roket di kedalaman yang lebih besar dapat mengubah profil infiltrasi dan daya tahan kapal selam di masa depan. Mesin roket ini mampu menjalankan pembakarannya selama lima detik meskipun tekanan eksternal yang ekstrem dapat mengurangi daya dorong hingga 32,7%. China berusaha mencapai kemampuan peluncuran dari kedalaman ekstrem demi keunggulan taktis di bawah air, memanfaatkan teknologi stealth yang membuat deteksi dari musuh menjadi lebih sulit. Dengan teknologi ini, Cina berhasil menetapkan standar baru dalam peperangan bawah laut, membuktikan kemampuannya untuk merancang SLBM masa depan yang lebih adaptif dan mematikan.


