Sistem pertahanan udara improvisasi milik Rusia terdeteksi di kota Oryol, sekitar 160 kilometer dari perbatasan Ukraina. Melalui foto yang dirilis oleh kanal Telegram Voenny Osvedomitel, terlihat sistem ini menggunakan desain peluncur yang unik dengan empat unit rudal udara-ke-udara R-77-1 dipasang pada pylon pesawat yang dimodifikasi di atas rel platform truk.
Desain konsep ini mirip dengan sistem NASAMS buatan AS-Norwegia yang mengintegrasikan rudal udara AIM-120 AMRAAM ke dalam platform peluncur darat. Penempatan sistem ini di Oryol, wilayah yang sering diserang udara, menunjukkan bahwa sistem tersebut sekarang telah mencapai operasional terbatas.
Rudal R-77 yang ditembakkan dari darat memiliki jangkauan intersep efektif antara 1,2 hingga 12 kilometer dengan ketinggian target hingga 9 kilometer. Kemungkinan versi darat terbaru R-77-1 memiliki jangkauan yang lebih jauh hingga 110 km, menunjukkan peningkatan performa dari versi sebelumnya.
Kehadiran sistem ini dianggap sebagai upaya Rusia dalam memperkuat pertahanan di titik-titik strategis yang tidak terjangkau oleh sistem hanud utama seperti Pantsir atau S-400. Dengan sistem ini, Rusia bisa cepat membangun pertahanan baru untuk melawan ancaman rudal jelajah dan target udara lainnya.
Langkah modifikasi ini menunjukkan adaptasi Rusia dalam menghadapi dinamika konflik yang terus berlanjut. Dengan teknologi pemandu radar aktif pada R-77-1 yang memungkinkan kemampuan fire-and-forget, sistem ini menjadi solusi untuk mengisi kekosongan unit hanud konvensional yang semakin terbatas.
Penggunaan sistem hanud darat dengan rudal udara-ke-udara R-77-1 menunjukkan fleksibilitas tambahan bagi pertahanan udara Rusia dalam melindungi objek vital tanpa harus mengambil sistem hanud taktis dari garis depan peperangan. Ini juga memastikan bahwa stok rudal modern tetap mencukupi untuk operasional jangka panjang baik di udara maupun di darat.


