Cara Menyimpan Buah Agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Busuk
Menyimpan buah di rumah terlihat sederhana, tetapi cara penyimpanan yang kurang tepat bisa membuat buah lebih cepat lembek, berubah rasa, bahkan membusuk sebelum sempat dimakan. Setiap jenis buah juga memiliki karakteristik yang berbeda. Ada buah yang lebih baik disimpan di suhu ruang, sementara buah tertentu justru perlu dimasukkan ke dalam kulkas. Selain itu, mencampurkan beberapa jenis buah tanpa memperhatikan karakteristiknya juga dapat mempercepat proses pematangan. Lantas, bagaimana cara menyimpan buah agar tetap segar dan tidak cepat busuk?
Pilih Buah yang Masih dalam Kondisi Baik
Cara menjaga buah tetap awet sebenarnya sudah dimulai sejak membelinya. Pilih buah yang masih segar dan sebisa mungkin tidak memiliki memar, luka, atau bagian yang sudah rusak. FDA menyarankan konsumen memilih buah yang tidak mengalami kerusakan atau memar karena bagian yang rusak dapat lebih mudah mengalami penurunan kualitas.
Jangan Langsung Mencuci Semua Buah
Mencuci buah sebelum disimpan memang terlihat lebih praktis, tetapi untuk penyimpanan sehari-hari sebaiknya buah dicuci mendekati waktu akan dimakan atau diolah. USDA menyarankan produk segar dicuci sebelum persiapan, bukan sebelum disimpan. Kelembapan yang tertinggal pada permukaan buah dapat membuat kondisi penyimpanan menjadi lebih lembap dan berpotensi mempercepat kerusakan pada beberapa jenis buah.
Kenali Buah yang Perlu Masuk Kulkas
Tidak semua buah cocok disimpan pada suhu ruang. Buah yang mudah rusak, seperti stroberi dan buah potong, sebaiknya disimpan di dalam kulkas. FDA menyarankan buah segar yang mudah rusak disimpan dalam kulkas dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Buah yang sudah dipotong atau dikemas juga perlu segera didinginkan.
Selain itu, ada beberapa buah yang justru lebih baik berada di luar kulkas, terutama ketika masih dalam kondisi belum matang. USDA, misalnya, mencantumkan pisang sebagai salah satu produk yang tidak perlu didinginkan dan dapat disimpan pada tempat kering dengan suhu sekitar 16-21 derajat Celsius.
Salah satu hal yang sering tidak diperhatikan ketika menyimpan buah adalah gas etilen. Beberapa buah secara alami menghasilkan gas etilen yang membantu proses pematangan. Namun, gas tersebut juga dapat mempercepat perubahan pada buah atau sayuran lain yang sensitif terhadap etilen.
Buah yang sudah dipotong memiliki daya simpan lebih pendek dibandingkan buah utuh. Setelah dipotong, buah sebaiknya segera dimasukkan ke dalam wadah bersih yang tertutup dan disimpan di kulkas. FDA menyebut buah yang sudah dipotong atau dikemas perlu disimpan dalam kondisi dingin untuk menjaga kualitas dan keamanannya.
Periksa kondisi buah secara berkala. Jika ada bagian yang sudah terlalu lunak, berjamur, atau membusuk, segera pisahkan dari buah lainnya. Langkah sederhana ini membantu mencegah kerusakan menyebar ke buah lain sekaligus membuat kita lebih mudah menentukan buah mana yang harus segera dikonsumsi.
Jika buah memang perlu disimpan di kulkas, pastikan suhunya sesuai. FDA merekomendasikan suhu kulkas sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Namun, bukan berarti semakin dingin selalu semakin baik untuk semua jenis buah. USDA menjelaskan bahwa kebutuhan suhu penyimpanan dapat berbeda berdasarkan jenis produk.
Jika buah sudah matang dan belum sempat dikonsumsi, membekukannya bisa menjadi salah satu pilihan untuk memperpanjang masa simpannya. Buah dapat dipersiapkan terlebih dahulu sesuai kebutuhan, kemudian disimpan dalam wadah atau kemasan yang sesuai sebelum dimasukkan ke freezer.
Dengan penyimpanan yang tepat, buah bisa lebih lama mempertahankan kesegaran dan kualitasnya. Selain menghemat pengeluaran, kebiasaan tersebut juga dapat membantu mengurangi makanan yang terbuang di rumah.


