Wednesday, August 12, 2026
HomeMiliterThales Serahkan 2 Radar Ground Master (GM) 403 Pertama untuk TNI AU

Thales Serahkan 2 Radar Ground Master (GM) 403 Pertama untuk TNI AU

Indonesia Terima Dua Radar GM403 dari Thales, Solusi Pertahanan Udara Mutakhir

Pada tanggal 18 Mei 2026, Indonesia menerima dua unit radar Ground Master (GM) 403 dari pabrikan pertahanan asal Perancis, Thales, dalam upaya penguatan sistem pertahanan udara terintegrasi. Serah terima ini dilakukan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan dihadiri langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Langkah Strategis dalam Pertahanan Udara

Penyerahan dua unit radar GM403 ini merupakan bagian dari total 13 unit yang telah dipesan sebelumnya. Kontrak pengadaan ini ditandatangani pada tahun 2023 melalui kerja sama antara Thales dan PT Len Industri. Meskipun upacara serah terima dilakukan pada Mei 2026, radar GM403 sudah mulai beroperasi sebelumnya di Satuan Radar Takalar, Sulawesi Selatan.

Kinerja Radar GM403

Radar GM403 merupakan radar pertahanan udara taktis 3D jarak jauh digital dengan keunggulan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA). Radar ini mampu mendeteksi berbagai target udara dari jarak jauh dengan akurasi tinggi, termasuk ancaman modern seperti pesawat tanpa awak.

Radar Ground Master Thales dikenal akan keandalannya dalam kondisi gangguan perang elektronika, berkat fitur anti-jamming yang kuat. Selain Indonesia, radar ini sudah digunakan di berbagai negara di seluruh dunia.

Keunggulan Radar GM403

Radar GM403 mampu memindai dan mengawasi ruang udara hingga radius maksimal 470 kilometer dengan jangkauan ketinggian hingga 30.500 meter. Kemampuan ini memberikan early warning time yang ideal bagi TNI AU untuk mengidentifikasi ancaman secara dini.

Salah satu fitur unggulan dari radar ini adalah tingkat mobilitasnya yang tinggi, memungkinkan mudah dipindahkan sesuai kebutuhan taktis. Proses penyerahan radar GM403 dari Thales kepada TNI AU tidak hanya menandai penguatan pertahanan udara Indonesia, namun juga menciptakan peluang pengembangan industri pertahanan lokal dalam jangka panjang.

Sumber: Indomiliter

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER