Friday, January 23, 2026
HomeMiliterThailand Gunakan Jet Tempur T-50TH Golden Eagle untuk Misi CAS di Perbatasan...

Thailand Gunakan Jet Tempur T-50TH Golden Eagle untuk Misi CAS di Perbatasan Kamboja

Angkatan Udara Thailand (RTAF) telah memulai penggunaan jet latih tempur T-50TH Golden Eagle dalam misi operasi dukungan pertempuran di wilayah perbatasan Thailand-Kamboja. Langkah ini merupakan yang pertama dalam sejarah penggunaan keluarga pesawat T-50 dalam operasi tempur aktif di wilayah konflik, menunjukkan kemampuan serangannya yang nyata. Dikutip dari laporan internal sumber militer Thailand, pengerahan ini dilakukan sebagai respons atas aktivitas militer yang meningkat di sepanjang perbatasan wilayah Preah Vihear dan pegunungan Dangrek.

Dalam operasi pertempuran yang berlangsung baru-baru ini, T-50TH dilengkapi dengan Sniper Targeting Pod, rudal Maverick, dan AIM-9 Sidewinder. Pesawat ini terbang dengan konfigurasi senjata lengkap yang mencakup kanon internal gatling M197 kaliber 20 mm, rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder, bom MK-82, dan Sniper Targeting Pod. Dibandingkan jet latih standar, T-50TH versi Thailand memiliki kemampuan membawa pod targetting untuk memandu bom pintar berpandu laser.

T-50TH Golden Eagle, yang merupakan jet latih supersonik dengan DNA jet tempur F-16, memiliki kecepatan maksimum Mach 1.5. Sistem avionik yang canggih memungkinkan pesawat ini mendeteksi sasaran darat dan udara secara simultan. Dengan desain aerodinamis sayapnya, T-50TH sangat lincah di ketinggian rendah, cocok untuk operasi di medan hutan dan pegunungan perbatasan.

Royal Thai Air Force saat ini mengoperasikan 14 unit T-50TH yang telah ditempatkan di Wing 4 Takhli. Pesawat ini telah ditingkatkan pada sistem manajemen tempur untuk mendukung integrasi senjata modern Blok Barat. Keberhasilan Thailand dalam mengubah peran T-50 dari jet latih menjadi aset tempur garis depan memberikan contoh bagi operator pesawat T-50 lain di ASEAN, termasuk Indonesia. Dengan sistem avionik dan persenjataan yang tepat, T-50TH terbukti menjadi solusi efektif untuk menjaga kedaulatan di wilayah konflik intensitas rendah tanpa harus mengerahkan jet tempur berat yang biaya operasionalnya lebih tinggi.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER