Monday, July 20, 2026
HomeMiliterTerkini: Cina Akui Uji Coba Rudal Balistik Kapal Selam

Terkini: Cina Akui Uji Coba Rudal Balistik Kapal Selam




Uji Coba Peluncuran Rudal Balistik Cina di Samudra Pasifik

Sejarah Baru: Cina Sukses Uji Coba Peluncuran Rudal Balistik dari Kapal Selam di Samudra Pasifik

Pada 6 Juli 2026, Angkatan Laut Cina (PLAN) melakukan uji coba peluncuran rudal balistik dari kapal selam di Samudra Pasifik. Tindakan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Cina dengan mengakui secara terbuka uji coba strategis jalur laut ke wilayah Pasifik setelah sebelumnya menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) DF-31B berbasis darat pada September 2024.

Menguji Kesiapan Operasional Kedua Cina

Dalam uji coba tersebut, PLAN menggunakan hulu ledak tiruan (dummy warhead) sebagai bentuk pembuktian kesiapan operasional secara menyeluruh dari doktrin serangan balik nuklir kedua Cina. Keberhasilan peluncuran dari kondisi menyelam menunjukkan kematangan rantai komando strategis yang sangat kompleks. SSBN Type 094 (Jin class) harus melaksanakan serangkaian tahapan mulai dari menerima perintah, mempertahankan komunikasi di bawah air, hingga mengeksekusi proses peluncuran.

Keberhasilan dummy warhead mencapai zona dampak internasional membuktikan penguasaan Cina terhadap siklus penembakan dan manajemen telemetri jarak jauh secara menyeluruh.

Transformasi Peta Geopolitik dengan JL-3

Rudal JL-3 yang digunakan dalam uji coba tersebut merupakan rudal balistik antarbenua berbasis bahan bakar padat dengan jangkauan lebih dari 10.000 hingga 12.000 kilometer. Keberadaan JL-3 memungkinkan kapal selam Type 094 untuk tetap berada di zona yang dilindungi ketat dan membuat patroli deterensi nuklir Cina semakin sulit dilacak oleh intelijen barat.

Cina tengah mengembangkan SSBN generasi berikutnya, Type 096, dengan tingkat senyap yang lebih tinggi dan kemampuan yang ditingkatkan. Kombinasi antara kapal selam nuklir yang semakin modern dan rencana ekspansi armada Cina akan memperkuat posisi Cina di bawah laut.

Peluncuran ini tidak hanya memiliki dampak secara militer, tetapi juga geopolitik. Beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, dan Jepang telah menyuarakan kekhawatiran mereka terkait dengan aktivitas rudal strategis Cina yang semakin meningkat.


Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER