Thursday, January 22, 2026
HomenasionalSuamiku, Lukaku: Film dan Seruan Berantas Kekerasan Rumah Tangga

Suamiku, Lukaku: Film dan Seruan Berantas Kekerasan Rumah Tangga

Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) bersama SinemArt, Tarantella Pictures, The Big Picture, dan Women’s Crisis Center (WCC) Puantara menyelenggarakan kegiatan edukatif yang menyoroti isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) melalui film. Acara ini diadakan di SCTV Tower, Jakarta Pusat, dengan pemutaran khusus film “Suamiku, Lukaku” yang diikuti oleh diskusi seputar KDRT dengan tema “KDRT di Sekitar Kita, Apakah Kita Sadar?”. Film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai bentuk refleksi atas realitas yang dialami banyak perempuan.

Menurut Sutradara Viva Westi, film ini melibatkan banyak perempuan di balik layar dan mengangkat empat bentuk KDRT yaitu kekerasan fisik, verbal, pemerkosaan dalam pernikahan, dan penelantaran nafkah. Dia menyebut film ini sebagai representasi lengkap tentang KDRT dan memberikan informasi praktis tentang langkah-langkah yang dapat diambil oleh perempuan yang mengalami KDRT. Ayu Azhari, salah satu pemeran utama film ini, menekankan pentingnya menghentikan normalisasi kekerasan dalam rumah tangga dan mengusulkan sertifikasi pranikah sebagai langkah pencegahan KDRT sejak dini.

Diskusi dalam acara semakin mendalam ketika Ketua Pembina WCC Puantara, Siti Mazumah, menyatakan bahwa stigma terhadap korban KDRT masih menjadi penghalang utama dalam memutus siklus kekerasan. Dia menyoroti kesadaran publik dan perlindungan hukum yang perlu ditingkatkan. Acara ini dihadiri oleh berbagai komunitas lintas profesi dan menunjukkan pentingnya edukasi seputar KDRT.

Dalam penutupan acara, Ketua KPB, Lia Nathalia, berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah KDRT. Film “Suamiku, Lukaku” menjadi bukti bahwa seni dapat sebagai alat advokasi yang kuat dalam menyuarakan penderitaan, menawarkan harapan, dan solusi terhadap KDRT. Diharapkan bahwa melalui edukasi dan seni, masyarakat dapat lebih sadar dan berani bersikap terhadap KDRT di sekitar mereka.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER