Jet tempur Su-30SM Flanker-H Angkatan Udara Rusia berhasil menembak jatuh drone kamikaze FP-1 milik Ukraina yang mendekati kapal kargo. Keberhasilan ini menunjukkan peran senjata konvensional jarak dekat dalam menghadapi ancaman drone jarak jauh.
Jet Tempur Su-30SM vs Drone Kamikaze FP-1
Dalam insiden terbaru, Su-30SM menggunakan kanon internal GSh-30-1 kaliber 30 mm untuk merontokkan drone kamikaze FP-1. Teknologi radar dan sistem elektro-optik pada jet tempur ini memainkan peran penting dalam mendeteksi dan menghancurkan target udara kecil seperti drone.
Radar PESA N011M Bars-R pada Su-30SM mampu mengunci target dengan penampang radar di bawah 0,05 m2 dalam berbagai kondisi. Sistem Infrared Search and Track (IRST) juga membantu melacak jejak panas mesin drone untuk akuisisi target yang lebih baik.
Persenjataan Jet Tempur Su-30SM
Kanon GSh-30-1 yang digunakan oleh Su-30SM merupakan senjata yang ringan namun mematikan. Dengan rate of fire mencapai 1.500 hingga 1.800 peluru per menit, kanon ini efektif untuk menghancurkan drone yang rentan.
Selain itu, pengembangan amunisi roket berpemandu dapat menjadi solusi tambahan untuk melawan drone. Pemasangan roket presisi kaliber kecil seperti S-8L dapat meningkatkan kemampuan jet tempur dalam menembak jatuh target dengan biaya yang lebih ekonomis.
Keberhasilan operasi ini menunjukkan kemampuan jet tempur generasi 4++ dalam melindungi kapal kargo dari serangan drone. Dengan teknologi dan persenjataan yang tepat, jet tempur dapat menjadi penangkal yang efektif terhadap ancaman udara yang semakin canggih.
Sumber: Indo Militer


