Monday, April 13, 2026
HomeMiliterStarlink vs. Drone Stratosfer Argus di Uji Medan Tempur Rusia

Starlink vs. Drone Stratosfer Argus di Uji Medan Tempur Rusia

Rusia telah memberikan respon yang tangguh terhadap upaya pembatasan akses Starlink yang merupakan hal penting dalam operasi militer di Ukraina. Untuk mengatasi keterbatasan satelit dan bergantung pada teknologi Barat, pengembang Rusia mengenalkan drone stratosfer yang diberi nama “Argus” sebagai alternatif untuk menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi bagi pasukan mereka. Drone Argus dirancang khusus untuk mengatasi kekosongan dalam transmisi data real-time dalam jumlah besar karena konstelasi satelit Rusia yang belum memadai untuk kebutuhan perang modern yang sangat mengandalkan konektivitas yang stabil. Drone ini memiliki kemampuan utama sebagai operator telekomunikasi udara yang mampu mentransmisikan video definisi tinggi, menyediakan jalur komunikasi garis depan, dan mengendalikan drone lain secara bersamaan. Operasi drone Argus dilakukan pada ketinggian stratosfer antara 15 hingga 24 kilometer, memberikan keunggulan taktis karena sulit dijangkau oleh sistem pertahanan udara biasa. Fitur revolusioner lainnya adalah daya tahan terbangnya yang nyaris tidak terbatas karena menggunakan energi matahari sebagai sumber utama energi. Selain itu, drone ini dilengkapi dengan kemampuan peperangan elektronik untuk mematikan navigasi satelit dan sistem komunikasi lawan, menjadikannya senjata yang mematikan. Penggunaan drone ini tidak hanya terbatas pada militer, tetapi juga diproyeksikan untuk mendukung pemantauan kondisi es di Jalur Laut Utara dan untuk kebutuhan sektor pertanian Rusia. Uji coba penerbangan drone Argus dijadwalkan akan dimulai pada bulan Maret 2026, menandai langkah besar Rusia dalam menciptakan ekosistem komunikasi independen yang tidak tergantung pada Starlink milik SpaceX.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER