Monday, April 13, 2026
HomeMiliterSinergi BUMN-Swasta Perkuat Industri Pertahanan, DPR Dorong Lepas Ketergantungan Impor

Sinergi BUMN-Swasta Perkuat Industri Pertahanan, DPR Dorong Lepas Ketergantungan Impor

Kemandirian Industri Pertahanan: Pilar Strategis dalam Mempertahankan Kedaulatan Negara

KRI Nagapasa 403 Komisi I DPR RI dengan tegas mendukung pentingnya kemandirian industri pertahanan dalam negeri sebagai salah satu pilar strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Dengan kebijakan yang konsisten, alokasi anggaran yang berkelanjutan, dan sinergi antara BUMN dan BUMS, Indonesia dapat mewujudkan ketahanan nasional yang mandiri. Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran sentral dalam membangun ekosistem industri pertahanan yang kuat.

Menurut Dave, industri pertahanan harus menjadi motor penggerak bagi kemandirian Indonesia melalui kebijakan fiskal yang mendukung dan peningkatan riset. Hal ini harus diimbangi dengan implementasi UU No. 16 Tahun 2012 dan optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap pengadaan alutsista. Dave juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi melalui skema Transfer of Technology (ToT) yang terukur dan mendalam.

Proyek strategis seperti kapal perang, kendaraan tempur, dan pesawat angkut telah membantu memperkuat fondasi industri pertahanan nasional. Meskipun tantangan masih ada, kemampuan PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT PAL dalam memproduksi alutsista dengan kandungan lokal yang tinggi menunjukkan arah kemandirian yang semakin jelas.

Keberhasilan ini juga ditopang oleh peran penting sektor swasta dalam industri pertahanan. Perusahaan swasta seperti PT Nanggala Kencana Rekatama Indonesia (NKRI) dan PT Republik Defensindo telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memproduksi komponen penting untuk alutsista dalam negeri. Kolaborasi antara BUMN, BUMS, dan sektor swasta menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional.

Tantangan kedepan masih meliputi teknologi tinggi dan dukungan finansial yang lebih besar untuk investasi dalam kapasitas produksi nasional dan teknologi. Indonesia masih membutuhkan kolaborasi internasional dalam pengembangan radar canggih dan jet tempur generasi terbaru. Oleh karena itu, penting bagi perbankan nasional untuk turut serta dalam mendukung sektor strategis ini.

Sinergi antara BUMN, BUMS, dan sektor swasta harus terus diperkuat untuk memastikan industri pertahanan tidak hanya bergantung pada beberapa perusahaan besar, namun menjadi ekosistem yang kuat dan berkelanjutan. Dengan langkah-langkah strategis yang terencana dengan baik, Indonesia dapat terus memperkuat industri pertahanan dalam rangka mempertahankan kedaulatan dan kemandiriannya.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER