Kekuatan udara Cina kembali mencuri perhatian dunia intelijen sumber terbuka (OSINT) dengan munculnya foto terbaru jet serang elektronik Shenyang J-16D. Dalam foto yang dirilis pada bulan Maret 2026, J-16D terlihat membawa beban tempur yang kompleks dan berat, menunjukkan persiapan Angkatan Udara Cina (PLAAF) untuk operasi di wilayah udara yang disengketakan. Berbeda dari konfigurasi standar, J-16D dalam foto tersebut terlihat dilengkapi dengan tiga pod jamming keluarga RKZ930 dan dua rudal misterius di bawah sayapnya, menunjukkan kemampuan untuk menyatukan serangan elektronik dan serangan kinetik.
Identitas dari kedua rudal di bawah sayap tersebut masih dalam perdebatan, namun ada kemungkinan bahwa mereka adalah rudal PL-15, rudal udara-ke-udara jarak jauh favorit Cina. Hal ini memberikan dua skenario misi yang berbeda bagi J-16D, yakni sebagai pengawal elektronik atau sebagai pesawat untuk melumpuhkan pertahanan udara musuh.
Selain kedua rudal tersebut, penggunaan tiga pod jamming RKZ930 dalam foto tersebut juga menarik perhatian. Dengan arsitektur jamming modular yang fleksibel, J-16D dapat dipersenjatai dengan berbagai kombinasi pod jamming tergantung pada situasi dan targetnya. Konfigurasi ini menegaskan bahwa J-16D dirancang secara khusus untuk penetrasi, gangguan, dan perlindungan elektromagnetik.
Kemunculan J-16D dengan konfigurasi tempur yang lengkap dan modular menunjukkan kekuatan Cina dalam menghadapi ancaman di wilayah Indo-Pasifik. Pesawat ini memiliki peran vital dalam membuka jalan bagi kekuatan militer utama PLAAF di garis depan medan perang modern yang semakin dipenuhi dengan ancaman elektronik. J-16D tidak hanya sebagai jet pendukung, melainkan juga menjadi elemen kunci dalam penguasaan spektrum elektromagnetik di medan tempur.


