Friday, January 23, 2026
HomeMiliterSejarah Pertama Airbus A400M: Terbang Perdana Setelah Hampir Dibatalkan

Sejarah Pertama Airbus A400M: Terbang Perdana Setelah Hampir Dibatalkan

Pada tanggal 3 November 2025, unit pertama Airbus A400M tiba di Indonesia untuk Skadron Udara 31, pesanan dari Kementerian Pertahanan RI. Pesawat ini langsung digunakan dalam operasi tanggap bencana di Sumatera, memudahkan pengiriman logistik dan material berat ke lokasi terdampak. Airbus A400M memiliki kapasitas payload 37 ton yang memungkinkan pengiriman bantuan dengan efisien.

Sejarah penting Airbus A400M juga terjadi pada tanggal 11 Desember 2009, saat prototipe A400M (MSN001) melakukan penerbangan perdana di Spanyol. Penerbangan selama 3 jam 47 menit ini berhasil menguji sistem kontrol penerbangan, stabilitas, dan performa aerodinamis pesawat. Penerbangan perdana ini diawaki oleh pilot uji Edward “Ed” Strongman, menandai tonggak penting dalam pengembangan pesawat angkut militer generasi baru.

Program pengembangan Airbus A400M melibatkan beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris. Setelah melewati berbagai tantangan teknis dan anggaran, A400M akhirnya berhasil mendapatkan sertifikasi dan dioperasikan oleh angkatan udara dari berbagai negara. Pesawat ini memberikan kemampuan strategis yang signifikan bagi negara-negara pemesan.

Ditenagai oleh empat mesin turboprop Europrop TP400-D6, Airbus A400M memiliki kecepatan maksimum 780 km/jam dan jarak jelajah hingga 3.300 km dengan payload maksimum 37 ton. Selain itu, pesawat ini juga memiliki kemampuan khusus STOL (Short Takeoff and Landing) yang memungkinkan lepas landas dan mendarat di landasan pendek dan kasar. Airbus A400M tidak hanya berfungsi sebagai pesawat angkut militer, tetapi juga memenuhi kebutuhan pengangkutan strategis, taktis, dan misi kemanusiaan.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER