Persiapan pameran pertahanan World Defense Show 2026 di Riyadh, Arab Saudi semakin intens dengan kedatangan jet kargo raksasa Ilyushin Il-76 dari Rusia. Selain membawa panser BTR-22 8×8, pesawat tersebut juga mengangkut aset strategis dari lini artileri medan, yaitu Sarma MLRS (Multiple Launch Rocket System) kaliber 300 mm.
Kehadiran Sarma menegaskan ambisi Rusia untuk kembali mendominasi pasar alutsista di Timur Tengah dengan menawarkan sistem roket yang lebih lincah dan ekonomis daripada pendahulunya, BM-30 Smerch. Sarma MLRS merupakan evolusi dari sistem roket berat Rusia yang mengusung konsep mobilitas tinggi dengan menggunakan platform truk Kamaz-63501 8×8 yang ringan namun tangguh.
Dengan kemampuan meluncurkan berbagai jenis amunisi, termasuk roket berpemandu presisi, Sarma memiliki jangkauan amunisi hingga 200 km dalam kondisi optimal. Dilengkapi dengan sistem navigasi satelit dan kontrol tembak terbaru, Sarma memungkinkan operasi mandiri dengan tingkat akurasi tinggi.
Rusia melalui Rosoboronexport menawarkan Sarma sebagai pesaing HIMARS milik Amerika Serikat atau Astros II milik Brasil. Keunggulan Sarma terletak pada kemampuannya membawa jumlah roket dengan daya hancur yang efektif dalam berbagai konflik. Dengan kombinasi antara BTR-22 dan Sarma MLRS, Rusia menunjukkan komitmen dalam menyediakan solusi tempur yang komprehensif mulai dari mobilitas pasukan hingga perlindungan artileri jarak jauh yang presisi.
World Defense Show 2026 menjadi platform bagi industri pertahanan Rusia untuk membuktikan kemampuan inovasi mereka di tengah tekanan geopolitik. Dengan kehadiran Sarma, Rusia memberikan alternatif sistem artileri yang memiliki daya jangkau jauh dan fleksibilitas di medan perang yang luas di Timur Tengah.


