Wednesday, August 12, 2026
HomeMiliterSalib Indonesia di Tikungan: C-295 India Terbang Perdana

Salib Indonesia di Tikungan: C-295 India Terbang Perdana

Pesawat Angkut Taktis C-295 Buatan India Terbang Perdana: Keberhasilan Membanggakan

Industri penerbangan militer India mencatat sejarah emas dengan penerbangan perdana pesawat angkut taktis C-295 yang dirakit sepenuhnya di dalam negeri. Angkatan Udara India (IAF) secara resmi mengumumkan prestasi ini pada 14 Juni 2026 di fasilitas Final Assembly Line (FAL) Tata Advanced Systems di Vadodara, Gujarat.

Momen Bersejarah Bagi Industri Penerbangan India

Pencapaian ini menjadi tonggak baru bagi kemampuan dirgantara India dan hasil dari misi Atmanirbhar Bharat yang didorong oleh Perdana Menteri Narendra Modi. India berhasil membangun ekosistem manufaktur pesawat militer yang melibatkan lebih dari 13.000 komponen lokal dan puluhan pemasok rantai pasok dalam negeri.

Keberhasilan ini menunjukkan komitmen India dalam mencapai kemandirian dalam industri pertahanan dengan skema kerja sama yang agresif, berbeda dengan dinamika industri penerbangan di Asia.

Lompatan Signifikan dalam Industri Dirgantara

Program modernisasi pesawat C-295 berjalan di bawah kontrak senilai miliaran dolar antara India dan Airbus Defense and Space. Ini mencakup pesanan 56 unit C-295 untuk menggantikan armada Avro yang tua. Sebelas unit pertama diproduksi di Spanyol, sementara sisanya dirakit di India oleh Tata Advanced Systems.

Pesawat India pertama ini menjadi contoh sukses bagaimana alih teknologi dan skema produksi lokal dapat menghasilkan pencapaian besar dalam industri militer.

Tata Advanced Systems dan Keberlanjutan Produksi

Tata Advanced Systems kini mempersiapkan diri untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 12 pesawat C-295 per tahun. Proses uji terbang dan pengiriman pesawat perdana hasil rakitan dalam negeri dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2026.

Keberhasilan terbang perdana pesawat C-295 buatan India menjadi bukti nyata bahwa kebijakan lokalisasi pertahanan India telah matang dan dapat menjadi inspirasi bagi negara lain dalam mengembangkan kemampuan dirgantara domestik.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER