Su-57, jet tempur stealth buatan Rusia, memamerkan kemampuannya dalam sebuah video yang dirilis oleh United Aircraft Corporation (UAC). Dalam video tersebut, terlihat weapon bay Su-57 terbuka, dengan dua rudal berwarna merah terpampang jelas. Rudal tersebut ternyata adalah Kh-58UShK, sebuah jenis Anti-Radiation Missile (ARM) yang dirancang khusus untuk dibawa secara internal. Kh-58UShK memiliki dimensi yang disesuaikan agar cocok untuk dimuat di dalam badan Su-57.
Sebagai bagian dari peran Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD), Kh-58UShK merupakan senjata canggih yang dirancang untuk menghancurkan radar dan sistem pertahanan udara musuh. Varian Kh-58UShK adalah versi modern dan paling canggih dari keluarga Kh-58, dengan sayap dapat dilipat untuk memenuhi batasan ruang yang ketat di dalam pesawat seperti Su-57. Meskipun ukurannya lebih kecil dari varian standar Kh-58, namun Kh-58UShK tetap efektif dalam misi SEAD dengan kecepatan tinggi yang mencapai Mach 3.5 hingga 4.2.
Dilengkapi dengan sistem pemandu radar pasif, Kh-58UShK dapat melacak dan mengunci sumber emisi energi frekuensi radio yang dipancarkan oleh radar musuh. Rudal ini juga dilengkapi dengan pencari radar pasif broadband yang modular, membuatnya efektif terhadap berbagai jenis sistem pertahanan udara musuh. Dukungan kombinasi Pemandu Inersia dan Satelit memastikan rudal tetap akurat dalam mencapai target meskipun dalam kondisi yang berubah-ubah.
Kh-58UShK adalah bagian integral dari persenjataan Su-57, dan bersama dengan rudal ini, Su-57 semakin siap untuk bertempur. Meskipun sudah selesai dikembangkan sejak tahun 2016-2017, Kh-58UShK baru dapat dianggap siap bertugas sepenuhnya bersama Angkatan Udara Rusia setelah Su-57 juga aktif dan siap bertempur. Dengan Su-57 mulai beroperasi pada Desember 2020, Kh-58UShK menjadi senjata yang penting dalam meningkatkan kemampuan tempur jet tempur canggih ini.


