Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) menerima kembali 12 unit BTR-80A setelah 16 tahun dioperasikan dalam misi UNIFIL di Lebanon. Dipulangkan ke Indonesia pada 10 November 2025, ranpur amfibi ini memperkuat kemampuan tempur dan mobilitas pasukan. Selama 16 tahun, BTR-80A digunakan sebagai ranpur angkut personel dan sarana tempur di Satgas Perdamaian UNIFIL Lebanon, yang dioperasikan dari Kontingen A hingga Q. Mesin diesel YaMZ-238M2 240 PK memberikan kecepatan maksimum 80 km/jam di jalan raya dan 40 km/jam di medan off-road. Dengan adopsi ban KI-126 yang tahan peluru kaliber berat, BTR-80A bisa melaju 10 jam meskipun ban rusak parah. Sebagai panser modern, ranpur ini juga dilengkapi dengan perlindungan dari serangan senjata NBC (nuklir, biologis, kimia). Melalui kembalinya BTR-80A, Menkav 1 Mar menguatkan kesiagaan pasukan dalam menjalankan tugas operasi. Sebelumnya, 12 unit BTR-80A ditempatkan di dua resimen Kavaleri Marinir di Surabaya dan Jakarta. Ranpur BTR-80A, dirancang oleh KBP Tula, diproduksi sejak 1986 untuk menggantikan versi APC sebelumnya. Varian ekspor BTR-80A ini dilengkapi dengan kanon 2A72, senapan mesin PKT, dan pelontar granat asap. Adanya kembalinya BTR-80A menjadi perkuatan bagi Korps Marinir TNI AL, setelah seluruh armada digunakan untuk misi UNIFIL selama 16 tahun.


