Thursday, June 11, 2026
HomenasionalPuncak Perayaan Waisak 2570 BE di Borobudur: Ribuan Lampion Terbangkan Langit Jateng

Puncak Perayaan Waisak 2570 BE di Borobudur: Ribuan Lampion Terbangkan Langit Jateng



Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Perayaan hari besar keagamaan umat Buddha, Waisak tahun 2570 BE, telah mencapai titik puncaknya melalui sebuah ritual visual yang memukau di Candi Borobudur. Momen penutup ini dilaksanakan di salah satu situs warisan dunia Indonesia yang paling ikonik tersebut.

Rangkaian kegiatan spiritual dan budaya yang telah terselenggara selama beberapa waktu belakangan kini resmi ditutup. Penutupan ini dilakukan melalui ritual puncak yang menjadi inti dari perayaan Waisak tahun ini. Pelaksanaan ritual penutup ini secara simbolis menandai refleksi mendalam bagi seluruh umat Buddha. Prosesi ini merupakan bagian penting dalam memperingati hari suci mereka.

Akhir Perayaan Waisak

Acara puncak ini secara spesifik diselenggarakan di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi ini dipilih karena memiliki nilai historis dan spiritual yang mendalam bagi umat Buddha di seluruh dunia. Momen klimaks perayaan ditandai dengan pelepasan ribuan lampion ke udara malam. Aksi ini menciptakan pemandangan visual yang sangat spektakuler, menerangi langit di sekitar kawasan Candi Borobudur.

Dilansir dari INFOTREN.ID, perayaan sakral Waisak tahun ini mencapai klimaksnya melalui sebuah pertunjukan visual yang sangat memukau. Momen penutup ini diselenggarakan di salah satu situs warisan dunia Indonesia yang paling ikonik, yakni Candi Borobudur.

Makna Pelepasan Lampion

Lebih lanjut, rangkaian kegiatan spiritual dan budaya yang telah diselenggarakan selama beberapa waktu kini resmi berakhir dengan digelarnya ritual puncak tersebut. Penutupan ini menandai refleksi mendalam bagi umat Buddha atas hari besar keagamaan mereka, ujar perwakilan panitia.

Pelepasan lampion ini merupakan tradisi yang selalu dinanti karena mengandung makna harapan dan doa. Ribuan cahaya lilin yang terbang ke angkasa menjadi representasi pelepasan segala beban dan penyebaran kedamaian.

Ritual penutup ini menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai ajaran Buddha yang dijunjung tinggi oleh para penganutnya. Hal ini menjadi penutup yang khidmat setelah serangkaian acara peringatan yang telah dilaksanakan sebelumnya.


Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER