Perancis Resmi Pilih MBDA dan Safran untuk Program Tembakan Presisi Thundart
Badan Pengadaan Pertahanan Perancis (Direction générale de l’armement/DGA) telah secara resmi menetapkan Program Tembakan Presisi Jarak Jauh kepada dua perusahaan pertahanan ternama Perancis, MBDA dan Safran Electronics & Defense. Keputusan ini melibatkan pengembangan sistem roket artileri Thundart untuk Angkatan Darat Perancis guna menggantikan peran peluncur roket Lance-Roquettes Unitaire (LRU).
Keunggulan Sistem Thundart
Sistem Thundart dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perang intensitas tinggi di lingkungan yang terdistorsi sinyal navigasi dan area penolakan akses. Dikembangkan sepenuhnya di dalam negeri Perancis, Thundart diharapkan memberikan kemandirian operasional penuh bagi Angkatan Darat Perancis mulai tahun 2030. Keputusan DGA ini didorong oleh keberhasilan uji coba penembakan demonstrasi pada bulan April 2026.
Kemitraan Strategis
Untuk mengawal fase pengembangan, produksi, hingga dukungan sistem Thundart, MBDA dan Safran Electronics & Defense akan membentuk perusahaan patungan dengan kepemilikan 50/50. Perusahaan patungan ini bertujuan untuk mengawasi evolusi teknologi Thundart di masa depan, termasuk adaptasi untuk platform lingkungan operasi lain serta pemenuhan pasar ekspor negara-negara sekutu.
Spesifikasi Teknis Thundart
Thundart adalah roket terpandu presisi jarak jauh berkaliber 227 mm yang dapat mencapai jangkauan tembak hingga 150 kilometer. Ditenagai pendorong roket padat berperforma tinggi, Thundart menggabungkan teknologi navigasi inersia dan GNSS untuk mencapai akurasi tingkat meteran. Sistem ini dikemas dalam konfigurasi kubah peluncur dua aksis yang mampu membawa dua pod siap tembak dengan total kapasitas 8 roket.
Dengan interoperabilitas penuh terhadap sistem kontrol tembakan ATLAS Perancis dan standar komando NATO, Thundart berstatus 100% ITAR-Free, menjadikannya solusi bebas regulasi ekspor AS yang mengukuhkan kemandirian industri pertahanan Eropa dalam teknologi deep strike. (Bayu Pamungkas)


