Kekuatan pemukul TNI AL memasuki babak baru dengan kedatangan unit kedua kapal kombatan serbaguna PPA class. Kapal perang canggih KRI Prabu Siliwangi 321 diserahkan secara resmi di galangan kapal Muggiano, La Spezia, Italia. Ini menandai akhir dari kontrak pengadaan dua unit PPA class dari galangan kapal Fincantieri, setelah KRI Brawijaya 320. Dengan kedua kapal ini, Indonesia kini memiliki armada permukaan yang modern dan mematikan.
KRI Prabu Siliwangi 321, meskipun dikategorikan sebagai varian Light Plus, memiliki kemampuan tempur yang jauh melebihi kapal patroli lepas pantai (OPV) pada umumnya. Dilengkapi dengan meriam utama Leonardo 127/64 LW dan radar AESA Kronos Grand Naval, kapal ini juga memiliki mesin CODAG yang memungkinkannya mencapai kecepatan 31 knot. Hal ini menjadikan kapal ini sulit dideteksi namun sangat efektif dalam pertempuran.
Kedatangan kedua kapal kombatan ini adalah langkah strategis TNI AL dalam menjawab tantangan keamanan di wilayah perairan yang sering memanas. Didesain dengan material penyerap radar dan sistem peperangan elektronik mutakhir, KRI Prabu Siliwangi 321 dan KRI Brawijaya 320 menjadi aset yang penting bagi pertahanan nasional Indonesia. Keberadaan kapal-kapal ini diharapkan dapat memperkuat kehadiran Indonesia di kawasan Indo Pasifik.
Hadirnya KRI Prabu Siliwangi 321 adalah hasil dari kerjasama yang kuat antara TNI AL, galangan kapal Fincantieri, dan negara Italia. Acara penyerahan dihadiri oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, pejabat militer Italia, dan diplomat RI untuk menegaskan pentingnya pengadaan kapal ini dalam mendukung pertahanan negara. Setelah serah terima di Italia, KRI Prabu Siliwangi 321 akan segera melakukan pelayaran panjang menuju Tanah Air, dijadwalkan tiba di Jakarta pada akhir Januari atau awal Februari 2026 untuk dioperasikan menjaga perairan Nusantara.


