Friday, October 9, 2026
HomeGaya HidupPembalut Bekas Harus Dicuci Sebelum Dibuang? Cek Faktanya

Pembalut Bekas Harus Dicuci Sebelum Dibuang? Cek Faktanya

Kebiasaan mencuci pembalut sekali pakai sebelum membuangnya masih dilakukan sebagian perempuan. Praktik ini umumnya berkaitan dengan keinginan menutupi darah menstruasi, pengaruh budaya, serta mitos yang berkembang di masyarakat. Namun, pembalut sekali pakai sebenarnya tidak perlu dicuci sebelum dibuang.

Tidak ada aturan resmi yang secara khusus mewajibkan atau melarang pembalut dicuci terlebih dahulu. Jurnal berjudul “Environmental Implications of Disposable Sanitary Napkin Washing Practice: A Study on Menstrual Hygiene Management in West Java, Indonesia” menyebutkan bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi.

Mencuci pembalut sekali pakai dapat meningkatkan risiko infeksi

UNICEF menyarankan agar pembalut sekali pakai langsung dibuang setelah digunakan. Mencucinya justru dapat meningkatkan risiko infeksi karena darah menstruasi yang menempel berpotensi membawa bakteri ke tangan maupun area yang digunakan untuk mencuci.

Selain itu, pembalut sekali pakai dirancang dengan bahan penyerap, seperti kapas dan gel, untuk menahan cairan menstruasi. Ketika dicuci, material tersebut dapat rusak dan berisiko menyebarkan bakteri ke dalam air. Karena itu, pembalut jenis ini tidak diperlakukan seperti pakaian atau kain yang harus dicuci sebelum dibuang.

Berbeda dengan pembalut sekali pakai, pembalut kain memang perlu dicuci setelah digunakan. Produk yang dapat dipakai berulang kali tersebut harus dibersihkan dengan baik untuk menjaga kebersihan dan membantu mencegah infeksi pada vagina selama menstruasi.

Cara membuang pembalut dengan aman

Pembalut bekas sebaiknya dibungkus sebelum dimasukkan ke tempat sampah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan penggunaan tisu toilet atau bahan lain untuk menutup pembalut yang telah digunakan.

Langkah pertama, cuci tangan sebelum melepaskan pembalut dari celana dalam. Setelah itu, lipat atau gulung pembalut dengan bagian yang terkena darah berada di sisi dalam. Bungkus pembalut menggunakan tisu atau pembungkus dari pembalut baru, lalu masukkan ke tempat sampah.

Pembalut bekas tidak boleh dibuang ke toilet karena dapat menyumbat saluran pembuangan. Tempat sampah yang digunakan sebaiknya memiliki penutup dan dibersihkan secara rutin untuk mencegah munculnya bau.

Pengelolaan pembalut juga perlu disertai perhatian terhadap lama pemakaian. UNICEF menyarankan pembalut sekali pakai diganti dan dibuang setelah digunakan selama maksimal empat hingga enam jam. Pembungkusannya membantu menjaga kebersihan serta mengurangi kemungkinan darah terlihat, tanpa perlu mencuci pembalut terlebih dahulu.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER