Pada awal tahun 2026, Timur Tengah menghadapi masalah logistik yang signifikan dengan munculnya jembatan udara rahasia dari Minsk ke Teheran. Dilihat dari aktivitas luar biasa yang tercatat oleh radar pemantau penerbangan global, empat pesawat angkut berat Ilyushin Il-76, yang diketahui berasal dari Belarusia, mendarat berturut-turut di Teheran, Iran dalam rentang waktu 24 jam. Intensitas penerbangan yang tinggi ini menimbulkan kecurigaan akan pengiriman kargo strategis dalam skala besar yang diduga berasal dari Rusia, dengan Belarusia sebagai titik tolak logistik atau perantara.
Secara umum, penerbangan ini biasanya berangkat dari pangkalan udara di Belarusia atau wilayah Rusia Barat, kemudian melintasi wilayah udara Kaspia untuk menghindari deteksi radar negara-negara pro-Barat. Diperoleh informasi bahwa pesawat Il-76 berangkat dari Minsk atau Machulishchy di Belarusia menuju Bandara Internasional Imam Khomeini atau Pangkalan Udara Mehrabad di Teheran.
Pesawat Ilyushin Il-76 merupakan pesawat militer yang sangat kuat dan dirancang untuk beroperasi di medan berat dengan kapasitas angkut yang besar. Muatan yang dikirimkan dalam empat penerbangan dalam waktu 24 jam ini diperkirakan mencapai 160 hingga 200 ton hanya dalam satu hari. Meskipun masih misterius, muatan tersebut diduga mencakup beberapa kemungkinan aset strategis seperti sistem pertahanan udara tambahan untuk meningkatkan pertahanan Iran, serta komponen jet tempur untuk mendukung pengiriman pesawat tempur Su-35 dari Rusia ke Iran.
Belarusia diketahui memiliki sekitar 10 hingga 12 unit Il-76 yang aktif dan siap beroperasi, dengan sebagian besar dioperasikan oleh maskapai kargo negara TransAVIAexport Airlines. Dari 12 unit tersebut, sekitar 4 unit dikerahkan dalam satu hari untuk mengirim kargo ke Teheran, menunjukkan bahwa operasi tersebut merupakan prioritas tinggi dan kemungkinan melibatkan pesawat militer Rusia. Kehadiran “jembatan udara” ini menegaskan bahwa aliansi militer antara Rusia, Belarusia, dan Iran semakin bekerja sama secara intensif.


