Proyek pembangunan prototipe silo rudal pertama di Promontory, Utah telah resmi dimulai oleh Northrop Grumman dan US Air Force pada 27 Maret 2026. Langkah besar ini sebagai bagian dari pengadaan 450 silo baru yang akan menampung rudal balistik antarbenua terbaru, LGM-35A Sentinel, yang memiliki peran menggantikan Minuteman III yang sudah beroperasi selama lebih dari lima dekade. Modernisasi ini dianggap penting bagi Pentagon dalam menghadapi ancaman dari negara-negara seperti Rusia, Korea Utara, dan Cina.
Saat ini, silo-silo tua di daratan AS, terutama Minuteman III, dianggap sudah usang dengan teknologi yang primitif dan infrastruktur yang tidak memadai untuk standar abad ke-21. Oleh karena itu, Sentinel hadir dengan teknologi yang lebih canggih, seperti arsitektur software-defined dan jaringan serat optik yang kuat. Desain silo modular prefabricated memungkinkan pembangunan yang lebih cepat dan kemampuan pembaruan sistem di masa depan tanpa perlu melakukan renovasi besar.
Pentagon memiliki rencana besar dengan membangun total 450 silo baru yang tersebar di wilayah Wyoming, North Dakota, dan Montana. Dengan 634 unit rudal Sentinel yang direncanakan, 400 unit akan beroperasi secara aktif, sementara 234 unit sisanya akan digunakan untuk pengujian dan suku cadang. Teknologi kembaran digital digunakan untuk memantau setiap komponen dari produksi hingga instalasi guna memastikan keakuratan konfigurasi pangkalan di seluruh wilayah.
Dengan target uji terbang perdana pada tahun 2027 dan operasional pada awal 2030-an, Amerika Serikat bertekad untuk mengamankan pangkalan bawah tanah mereka dari infrastruktur lama yang ‘kabel tembaga’ peninggalan era Perang Dingin. Semua upaya dilakukan untuk memperbarui kekuatan pemukul nuklir darat AS agar tetap relevan dan andal di tengah ancaman global yang semakin kompleks.


