Monday, July 20, 2026
HomeMiliterMenakjubkan: Borong 24 Jet Tempur J-10CE Cina, Bangladesh Ubah Kekuatan Udara

Menakjubkan: Borong 24 Jet Tempur J-10CE Cina, Bangladesh Ubah Kekuatan Udara

Bangladesh Berencana Meremajakan Armada Udara Dengan Jet Tempur Chengdu J-10CE

Angkatan Udara Bangladesh (Bangladesh Air Force – BAF) dikabarkan tengah mempercepat negosiasi untuk mengakuisisi sebanyak 20 hingga 24 unit jet tempur Chengdu J-10CE Vigorous Dragon, beserta rudal udara ke udara PL-15E dari Cina. Proyek pengadaan ini diestimasi senilai hingga US$2,2 miliar dan melibatkan paket pelatihan penerbang, dukungan logistik, dan pemeliharaan jangka panjang.

Jet Tempur Chengdu J-10CE: Pilihan Strategis Bangladesh

Keputusan Bangladesh untuk mengganti armada jet tempurnya dengan J-10CE merupakan strategi pemerintah Dhaka untuk menyegarkan kekuatan udara negaranya. Jet tempur yang akan digantikan antara lain MiG-29BM dan Chengdu F-7 BG/BGI yang telah memasuki masa pensiun. Sebelumnya, BAF sempat mempertimbangkan jet tempur bekas pakai dari Italia, tapi akhirnya beralih ke J-10CE karena pertimbangan anggaran dan nilai tawaran yang lebih menguntungkan dari Cina.

J-10CE dikenal sebagai jet tempur yang kompetitif di pasar global dengan harga terjangkau, sekitar US$40 juta per platform. Bangladesh kemungkinan akan menjadi pelanggan ekspor kedua untuk J-10CE setelah Pakistan, yang sudah menggunakan jet tempur tersebut. Langkah ini juga diambil sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan Bangladesh pada alutsista buatan Cina dalam berbagai ranah militer.

Ancaman Bagi Koridor Siliguri India

Rencana akuisisi jet tempur J-10CE oleh Bangladesh juga dipandang sebagai ancaman serius bagi India, terutama terkait dengan Koridor Siliguri. Koridor tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan India bagian timur dengan wilayah baratnya. Kehadiran J-10CE di Bangladesh dikritisi karena dapat memperkuat pengaruh militer Cina di wilayah sekitar, menciptakan tekanan taktis yang kompleks bagi India.

Secara geografis, Bangladesh yang berbatasan dengan Koridor Siliguri dan Cina di sebelah timur menciptakan situasi di mana India harus menghadapi potensi tekanan udara dari dua arah yang berbeda secara simultan. Hal ini menimbulkan tantangan baru bagi strategi pertahanan India yang selama ini lebih fokus pada ancaman dari Cina di utara dan Pakistan di barat.

Dengan langkah Bangladesh yang semakin merapat ke Cina dalam hal alutsista, terutama jet tempur J-10CE, keseimbangan kekuatan di kawasan Teluk Benggala dan Asia Selatan berpotensi mengalami pergeseran signifikan. Kesepakatan ini juga dapat memperdalam hubungan militer antara Bangladesh dan Cina, sementara meningkatkan kekhawatiran di India terkait dengan stabilitas wilayah tersebut.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER