Buah: Sebelum atau Sesudah Makan, Mana yang Lebih Baik?
Jakarta (ANTARA) – Buah menjadi salah satu makanan yang penting untuk dikonsumsi setiap hari. Selain mengandung berbagai vitamin dan mineral, buah juga merupakan sumber serat yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Banyak orang masih bingung mengenai waktu terbaik untuk makan buah. Ada yang berpendapat buah sebaiknya dikonsumsi sebelum makan agar lebih mudah dicerna, namun sebagian lain memilih makan buah setelah makan sebagai pencuci mulut. Lalu, sebenarnya lebih baik makan buah sebelum atau sesudah makan?
Tidak Ada Waktu Khusus yang Wajib
Tidak ada aturan khusus yang mengharuskan seseorang makan buah sebelum atau sesudah makanan utama. Yang penting adalah memastikan kebutuhan buah harian terpenuhi dan memilih buah utuh daripada olahan dengan tambahan gula.
Sistem pencernaan manusia dirancang untuk mencerna berbagai jenis makanan sekaligus. Makanan akan diproses secara bertahap sebelum nutrisi diserap di usus halus. Jadi, anggapan bahwa buah yang dimakan setelah makanan utama akan “membusuk” di dalam lambung karena harus menunggu makanan lain dicerna tidak sepenuhnya benar.
Makan Buah Sebelum atau Sesudah Makan?
Meski tidak ada aturan wajib, mengonsumsi buah sebelum makanan utama bisa membantu menciptakan rasa kenyang. Buah utuh mengandung banyak air dan serat yang dapat memberikan rasa kenyang, sehingga seseorang tidak terlalu banyak makan setelahnya. Namun, buah juga dapat dikonsumsi sebagai camilan di antara waktu makan.
Bagi yang lebih suka makan buah setelah makanan utama, tidak perlu khawatir. Buah tetap bisa dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Yang lebih penting adalah jenis buah yang dikonsumsi daripada waktu konsumsi.
Mayo Clinic menyarankan untuk lebih sering mengonsumsi buah dalam bentuk utuh, bukan jus. Buah utuh mengandung serat yang penting untuk kesehatan pencernaan. Sehingga, bukan masalah apakah Anda makan buah sebelum atau sesudah makan, yang terpenting adalah buah dikonsumsi secara rutin dan jenis buahnya.


