Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengadakan kegiatan Kopdar Juru Bicara Digital, Admin Pengaduan SiBadra, dan SP4N LAPOR di Balai Kota Bogor. Acara dihadiri oleh puluhan admin media sosial dari berbagai instansi, termasuk para pengelola kanal pengaduan resmi milik Pemerintah Kota Bogor. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menggarisbawahi peran penting para pengelola media sosial sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Ia memotivasi tim media sosial untuk meningkatkan kolaborasi antarlembaga guna menyampaikan informasi publik dengan cepat dan menangani aduan warga secara efektif. Dalam acara tersebut, Dedie juga menekankan pentingnya koordinasi antar OPD untuk memastikan penanganan aduan tidak terpusat pada satu dinas saja. Selain itu, pembuatan konten berbahasa Inggris menjadi kebutuhan yang disoroti untuk memenuhi permintaan informasi dari masyarakat internasional yang ingin mengenal Kota Bogor lebih lanjut. Jenis aduan yang sering diterima Pemkot Bogor antara lain mengenai kemacetan, kebersihan, pedagang kaki lima, angkot ngetem, parkir liar, jalan berlubang, dan saluran air mampet. Rudiyana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 156 juru bicara digital yang tersebar di berbagai instansi. Dia juga menyatakan bahwa tiap akun media sosial yang dikelola oleh OPD mendukung satu sama lain, sesuai dengan arahan Wali Kota, akan disusun strategi komunikasi untuk penyediaan konten dalam Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah memverifikasi profil pelapor dan memastikan bidang kewenangan atas laporan yang masuk.


