Monday, July 20, 2026
HomeMiliterKJ-3000: AWACS Terbaru Cina + Pesawat Angkut Berat Xian Y-20

KJ-3000: AWACS Terbaru Cina + Pesawat Angkut Berat Xian Y-20



Angkatan Udara Cina Mempamerkan Kemampuan Baru dengan KJ-3000 AWACS

Angkatan Udara Cina (PLAAF) kembali memamerkan lompatan teknologi militernya melalui uji coba platform pesawat pengintai generasi terbaru yang dijuluki sebagai “Monster Baru”, yakni KJ-3000 AWACS (Airborne Warning and Control System/AEW&C). Kehadiran pesawat berkemampuan radar tingkat tinggi ini terendus melalui rekaman uji coba penerbangan teranyar yang viral di platform X, memicu diskusi hangat di kalangan pengamat militer global.

KJ-3000: Pesawat Pengintai dengan Kemampuan Radar Tingkat Tinggi

KJ-3000 digadang-gadang memiliki kemampuan radar mutakhir yang mampu mendeteksi dan melacak pergerakan target dari jarak fantastis hingga 1.000 kilometer, sebuah angka yang langsung menempatkannya sebagai salah satu platform radar terbang paling mematikan dan paling kapabel di dunia saat ini. Dengan teknologi radar AESA tercanggih berbasis galium nitrida (GaN), KJ-3000 diharapkan dapat memberikan cakupan radar 360 derajat murni tanpa adanya blind spot, sekaligus memberikan densitas pancaran gelombang yang jauh lebih kuat untuk mendeteksi target-target kecil yang sangat menantang.

Kombinasi Pesawat Y-20 Kunpeng dan Teknologi Radar Canggih

Platform pesawat angkut berat strategis domestik Cina, Xian Y-20 “Kunpeng”, menjadi basis penopang KJ-3000. Ditenagai oleh mesin turbofan WS-20 lokal, Y-20 memberikan keunggulan berupa ruang kabin yang sangat luas, jangkauan terbang yang lebih jauh, serta ketahanan waktu operasional yang tinggi di udara untuk melakukan patroli jangka panjang. Dengan kombinasi pesawat Y-20 dan teknologi radar canggih, KJ-3000 memiliki kemampuan melacak jet tempur siluman musuh dengan tingkat akurasi yang presisi.

PLAAF telah merancang KJ-3000 untuk menetralisir armada jet tempur generasi kelima milik Barat, seperti F-35 Lightning II dan F-22 Raptor. Sebagai “mata elang” dan pusat komando pertempuran udara, KJ-3000 mampu mengoordinasikan taktik pertempuran, memetakan posisi musuh secara real-time, serta memandu rudal udara-ke-udara jarak jauh milik jet tempur PLAAF untuk mengunci sasaran sebelum musuh menyadari kehadiran mereka.

Kehadiran KJ-3000 menjadi sinyal bahwa Cina tidak hanya mengejar ketertinggalan, melainkan mencoba mendikte jalannya doktrin peperangan elektronik modern di masa depan. Jika klaim kemampuan ini terbukti sepenuhnya di lapangan, KJ-3000 dipastikan akan menjadi tulang punggung strategi Anti-Access/Area Denial (A2/AD) Cina di wilayah Asia Timur.

AS Kembangkan Rudal Udara ke Udara AFLRW Sasar Tanker dan AWACS Cina

Sebuah berita lain yang mencuat adalah pengembangan rudal udara ke udara AFLRW oleh Amerika Serikat, dengan jangkauan hingga 1.800 km untuk menargetkan pesawat tanker dan AWACS Cina. Langkah ini menandai persaingan ketat antara kekuatan militer global yang terus berlangsung di kawasan Asia.

Sumber: Situs Indomiliter.


Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER